Padang, bakaba.net – Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly menyambut kedatangan Wakil Menteri Kesehatan atau Wamenkes RI dr. Benyamin Paulus Octavianus di VVIP Bandara Internasional Minangkabau atau BIM, Padang Pariaman, Selasa (12/05).
Wamenkes dijadwalkan melaksanakan kunjungan kerja selama 2 hari ke Kota Padang, Kota Bukittinggi, Kabupaten Tanah Datar, dan Kota Padang Panjang.
Selepas menghadiri kuliah umum di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas di Jati, Kota Padang, Wabup Ahmad Fadly menyampaikan Wamenkes akan mengunjungi Kabupaten Tanah Datar pada hari kedua kunjungan kerjanya.
“Direncanakan pak Wamenkes esok akan mengunjungi Puskesmas Pagaruyung untuk melihat Cek Kesehatan Gratis. Dilanjutkan kunjungan ke RSUD M. Ali Hanafiah Batusangkar,” ujarnya.
Dikatakan Wabup, kunjungan Wamenkes tersebut diharapkan membawa angin segar untuk sektor kesehatan di Tanah Datar.
“Salah satu tujuan utama kunjungan Wamenkes adalah untuk mendorong percepatan penanganan dan eliminasi penyakit Tuberkulosis atau TB di masyarakat Tanah Datar,” sampainya.
Diungkapkan Ahmad Fadly, berdasarkan data identifikasi dinas terkait, saat ini terdapat notifikasi atau dugaan sekitar 1.485 orang penderita TB dan baru sekitar 780-an yang ditangani dan menuntaskan pengobatan.
“Kita berharap, Tanah Datar menjadi pilot project dalam program percepatan penanganan dan eliminasi penyakit Tuberkolosis ini, maka kita undang beliau besok ke Tanah Datar, salah satunya meninjau CKG atau Cek Kesehatan Gratis yang merupakan salah satu langkah untuk meninjau apakah masyarakat ada yang mengidap TB,” ujarnya.
Dengan kunjungan Wamenkes ke Tanah Datar, terutama kunjungan ke RSUD M. Ali Hanafiah, Wabup juga berharap Kementerian Kesehatan memberikan bantuan fasilitas kesehatan dan kelengkapan bagi pasien.
“Kita telah menyampaikan proposal bantuan, semoga dengan kunjungan langsung Wamenkes esok, bantuan untuk RSUD kita disetujui,” tukasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus menegaskan pemerintah pusat terus mempercepat program eliminasi TB.
“Kita percepat melalui pemeriksaan aktif berbasis by name by address, pengiriman alat rontgen portabel dan PCR ke daerah, serta pembentukan kader TB di desa dan kelurahan, hingga bantuan renovasi rumah bagi pasien TB dari keluarga kurang mampu,” ujarnya.
Dikatakan Wamenkes, TB masih menjadi persoalan serius di Indonesia dengan sekitar 120 ribu kematian setiap tahun.
“Di Sumatera Barat estimasi penderita TB mencapai 25 ribu orang dan baru sekitar 62 persen yang berhasil ditemukan serta ditangani. Ini tugas kita bersama ke depan untuk mengeliminasi,” pungkasnya.
Selepas itu Wabup Ahmad Fadly juga mendampingi Wamenkes pada rapat koordinasi dengan Gubernur, Kepala Dinas Kesehatan, dan Kepala RSUD se-Sumatera Barat, serta menghadiri kuliah umum di Politeknik Kesehatan Kemenkes di Siteba, Padang. (***)
