BAKABA | Bangun Karakter Bangsa

Wabup Ahmad Fadly Sambut Investor Koperasi Permata Mulya: Dorong Agroforestri dan Rehabilitasi Narkoba di Lahan HGU PT PASCA

Tanah Datar, bakaba.net – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menyambut baik investor yang ingin berinvestasi dan berkomitmen mempermudah proses investasi demi meningkatkan pembangunan dan perekonomian daerah.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Ahmad Fadly, S.Psi. saat rapat bersama investor dari Koperasi Permata Mulya (KPM) yang akan berinvestasi di bidang pertanian dengan memanfaatkan lahan HGU PT PASCA, Rabu, (08/04), di Aula Eksekutif Kantor Bupati.
Wabup menambahkan, kehadiran investor di Tanah Datar akan mendorong percepatan pembangunan, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat.
“Saya tertarik atas niat baik Koperasi Permata Mulya yang akan memanfaatkan lahan HGU PT PASCA di Nagari Sabu, Andaleh, Kecamatan Batipuh untuk lahan perkebunan sebagai agribisnis. Yang lebih menarik, proyek ini akan didukung dengan rehabilitasi narkoba. Tentu kami sangat mendukung sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku,” ujarnya.
Terkait lahan, Wabup mengatakan akan dilakukan pengkajian sesuai aturan yang berlaku, seperti perizinan dan pendekatan dengan masyarakat. “Perlu dilakukan sosialisasi terlebih dahulu. Kami berharap rencana ini terwujud sehingga bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” ucapnya.
Sementara itu, Manajer KPM Rudi Antoni dalam paparannya menyampaikan bahwa KPM mengajukan pilot project agroforestri modern triple income di atas lahan potensial seluas 273 hektare, dengan fokus awal penanaman 100 hektare.
“Proyek ini bukan sekadar perkebunan konvensional, melainkan ekosistem industri pertanian terintegrasi yang memadukan komoditas bernilai ekspor seperti kapulaga hijau, kopi robusta Bagio, alpukat hass, dengan tanaman keras berkelanjutan seperti Paulownia hybrid dan aren Kutim,” jelasnya.
Rudi menambahkan, proyek ini dirancang menjadi motor penggerak ekonomi baru di Tanah Datar yang akan menyerap 45 tenaga kerja lokal dan memberi kontribusi PAD melalui mekanisme pajak yang berlaku, seperti PBB dan pajak usaha.
“KPM dalam mengelola lahan menggunakan prinsip efisiensi maksimal dan risiko minimal. Pada tahun kedua/ketiga akan dilakukan _integrated farming_, yakni peternakan dan pengolahan pupuk organik,” pungkasnya.
Dr. Kusman selaku investor dari KPM menambahkan bahwa di lahan tersebut juga akan dibangun panti rehabilitasi narkoba khusus perempuan berbasis pertanian. “Kami akan membangun Rumah Puan Pulih Inklusif sebagai pusat rehabilitasi medis-sosial dan pemberdayaan perempuan untuk pecandu narkoba,” ungkapnya.
Turut hadir Asisten Ekonomi dan Pembangunan Ten Feri, Tim TP4D Abdul Hakim, pimpinan OPD, dan kepala bagian terkait. (***).
Exit mobile version