Tanah Datar, bakaba.net – Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly memimpin Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026). Apel digelar BPS Kabupaten Tanah Datar di halaman Kantor BPS, Rabu (17/6/2026).
Apel ini menandai dimulainya pendataan ekonomi di Tanah Datar. Turut hadir Forkopimda, kepala OPD, dan 458 petugas sensus yang akan bertugas selama 2,5 bulan ke depan.
Dalam amanatnya, Ahmad Fadly menekankan pentingnya data yang akurat untuk perencanaan pembangunan.
“Kita ingin data ini jujur, utuh, dan nyata. Tidak dibuat-buat, tidak ada tekanan, tidak ada pesanan, serta tidak ada kepentingan pribadi maupun golongan,” kata Wabup.
Menurutnya, hasil sensus akan menjadi acuan pemerintah dalam merancang program tepat sasaran untuk pelaku usaha di Tanah Datar.
“Jika data yang diperoleh baik dan akurat, maka pemerintah dapat melakukan pendekatan yang tepat kepada pelaku usaha. Pada akhirnya, usaha-usaha di Tanah Datar bisa berkembang lebih maju dan berdaya saing,” ujarnya.
Wabup juga menyoroti maraknya usaha digital. Ia menyebut toko fisik yang sepi belum tentu berarti ekonomi melemah, karena transaksi sudah banyak beralih ke marketplace.
“Kita mendukung pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar. Kita tidak bisa melawan perkembangan teknologi, tapi harus memanfaatkannya,” tegasnya.
Ahmad Fadly mengimbau masyarakat menerima petugas dan memberikan data yang benar.
“Partisipasi aktif masyarakat sangat menentukan kualitas data yang dihasilkan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BPS Tanah Datar Taufik Amnul Hayat menyebut 458 petugas akan melakukan pendataan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
“Pendataan mencakup seluruh pelaku usaha, mulai dari usaha rumah tangga, UMKM, hingga perusahaan besar. Data ini akan jadi gambaran kondisi perekonomian Tanah Datar ke depan,” kata Taufik.
Dalam kegiatan itu juga dilakukan pencanangan resmi SE 2026, penyematan atribut kepada petugas, dan penandatanganan komitmen bersama. (***)
