Tanah Datar, bakaba.net – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar memastikan tetap memfasilitasi pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 H/2026 M di Lapangan Cindua Mato Batusangkar, meskipun berpotensi terjadi perbedaan penetapan 1 Syawal.
Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Tanah Datar yang juga Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, Kamis (12/03).
Wabup Ahmad Fadly berharap pelaksanaan Idul Fitri tahun ini dapat berlangsung serentak sehingga seluruh umat Islam dapat merayakannya bersama. Namun demikian, ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kekompakan jika terjadi perbedaan penetapan hari raya.
“Terkait pelaksanaan Idul Fitri 1447 H, berdasarkan hisab diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Sementara jika berdasarkan rukyat, kita masih menunggu hasil sidang isbat dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Pemerintah daerah telah menyiapkan dua skenario pelaksanaan Shalat Idul Fitri jika terjadi perbedaan penetapan 1 Syawal. Jika 1 Syawal jatuh pada Jumat berdasarkan hisab, khatibnya Prof. Dr. Ismail Novel, (tautan tidak tersedia) dan imam Darussalam, S.Pd.I. Sementara jika jatuh pada Sabtu berdasarkan rukyat, khatibnya Kepala Kemenag Tanah Datar dan imam Dodi Hendra, S.Pd.I., M.A.
Kepala Kantor Kementerian Agama Tanah Datar yang diwakili Kasi Bimas Islam Abu Hanifah mengatakan penetapan 1 Syawal 1447 H oleh pemerintah masih menunggu hasil sidang isbat yang dijadwalkan pada Kamis, 19 Maret 2026. (***)
