Bukittinggi, bakaba.net – Universitas Islam Negeri Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi melaksanakan wisuda selama dua hari pada 16 dan 17 September 2026. Wisuda berlangsung di kampus hijau UIN Bukittinggi.
Mahasiswa yang diwisuda sebanyak 1723 orang yang terdiri dari sarjana strata 1, 2 dan 3. Para wisudawan berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fakultas Syariah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah serta Pascasarjana.
Pada kesempatan tersebut Rektor UIN Bukittinggi Prof Dr Silfia Hanani MSi menyebutkan saat ini UIN Bukittinggi terus mengembangkan diri dan mewujudkan cita-citanya sebagai kampus berdampak. Saat ini UIN Bukittinggi juga sudah memiliki Fakultas Sains dan Teknologi dengan Program Studi Matematika, Informatika dan Statistika.
Rektor menegaskan universitas tidak hanya bertugas mencetak tenaga kerja. Universitas mempunyai tanggung jawab yang lebih besar yaitu membangun manusia.
“Manusia yang berpikir kritis tetapi tetap memiliki hati. Manusia yang menguasai teknologi tetapi tidak kehilangan etika. Manusia yang memiliki jabatan tetapi tidak kehilangan kerendahan hati. Manusia yang mampu bersaing tetapi tidak menghalalkan segala cara. Dan manusia yang memiliki ilmu tetapi menggunakan ilmunya untuk kemaslahatan. Inilah yang saya maksud dengan berilmu dan beradab,” ujar Prof Silfia.
Ia juga berpesan kepada wisudawan untuk melangkah ke dunia. Meski berdiri di Bukittinggi, dunia wisudawan tidak boleh berhenti di Bukittinggi.
“Pergilah, bersainglah, belajarlah, bangun jejaring, masuklah ke ruang-ruang nasional dan internasional. Jangan takut bermimpi besar. UIN Bukittinggi ingin melahirkan generasi yang tidak hanya mampu bersaing di tingkat lokal tetapi mampu tampil di tingkat nasional bahkan internasional,” katanya.
Rektor menitipkan pesan agar pergi sejauh mungkin tetapi jangan kehilangan akar. Minangkabau memiliki tradisi merantau, namun merantau bukan berarti melupakan kampung. Merantau berarti memperluas pengalaman, memperluas pengetahuan, dan pada akhirnya membawa sesuatu pulang untuk kemajuan masyarakat.
“Kuasailah teknologi global tetapi tetaplah memiliki kebijaksanaan lokal. Jadilah manusia global yang memiliki akar lokal. Kita ingin menjadi universitas yang unggul dalam keislaman dan sains teknologi berbasis kearifan lokal tetapi memiliki orientasi dan reputasi internasional,” ujarnya.
Prof Silfia juga mengingatkan di tengah dunia yang berubah, jadilah manusia yang berdampak. Artificial Intelligence berkembang sangat cepat, teknologi mengubah dunia kerja, media sosial mengubah cara komunikasi, namun persoalan kemanusiaan semakin kompleks seperti krisis lingkungan, ketimpangan sosial, intoleransi hingga hoaks.
“Dunia tidak hanya membutuhkan orang yang pintar. Dunia membutuhkan manusia yang berdampak. Pegang tiga kata, berilmu, beradab dan berdampak,” tegasnya.
Kepada wisudawan, Rektor berpesan jangan mengukur kesuksesan hanya dari jabatan. Jabatan akan datang dan pergi, pangkat akan naik dan turun, popularitas bisa hilang, tetapi kebaikan yang ditanam dalam kehidupan orang lain akan tinggal lebih lama.
Pada akhir sambutan, Prof Silfia menyampaikan pesan untuk orang tua wisudawan. Menurutnya hari ini juga merupakan kemenangan orang tua yang telah berjuang, bekerja keras dan mendoakan anaknya.
“Jangan pernah lupa kepada orang tua. Ketika sukses teleponlah mereka, ketika memperoleh jabatan mintalah doa mereka, ketika memiliki rezeki bahagiakan mereka,” pesannya.
Ia berharap alumni UIN Bukittinggi tidak hanya menjadi alumni yang mengenang kampus tetapi menjadi alumni yang menghidupkan almamater dengan membawa kejujuran, kepercayaan dan kepedulian kepada masyarakat.
Sebelum menutup, Rektor menyampaikan lima pesan, jangan berhenti belajar, jangan kehilangan integritas, jangan kehilangan kemanusiaan, jangan lupa kepada akar, dan jadilah manusia yang bermanfaat. (***)
