Jakarta, bakaba.net – Bupati Tanah Datar Eka Putra menemui Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansah di Jakarta, Rabu (06/05). Pertemuan ini untuk mendorong percepatan pembangunan hunian tetap atau huntap bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Tanah Datar.
Dalam pertemuan tersebut dibahas langkah strategis percepatan pembangunan huntap terpadu dan huntap mandiri sebagai bagian pemulihan pascabencana.
Bupati Eka Putra menegaskan Pemkab Tanah Datar berkomitmen memastikan masyarakat terdampak segera mendapat tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman.
“Pertemuan ini membahas langkah strategis percepatan pembangunan huntap terpadu dan mandiri sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang lebih terarah dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, percepatan pembangunan huntap menjadi prioritas agar warga tidak berlama-lama di hunian sementara.
Koordinasi juga difokuskan pada sinkronisasi data, kesiapan lahan, serta dukungan teknis dan anggaran dari Pemerintah Pusat agar pembangunan berjalan optimal.
Eka Putra menyampaikan, untuk huntap mandiri seluruh data sudah diserahkan ke BNPB. Lahan untuk pembangunannya juga telah disiapkan masyarakat terdampak.
Berdasarkan data yang diajukan ke BNPB, di 4 kecamatan yakni Batipuh Selatan, Batipuh, Rambatan, dan X Koto tercatat 148 unit terdampak. Rinciannya 88 unit huntap mandiri, 56 unit huntap terpadu, 3 warga tidak memilih, dan 1 tanpa pernyataan.
Ia berharap dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui BNPB, khususnya anggaran, pendampingan teknis, dan percepatan administrasi.
“Ini merupakan langkah konkret Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam mempercepat pemulihan pascabencana, khususnya mendorong percepatan pembangunan huntap mandiri. Kita ingin masyarakat segera kembali menjalani kehidupan normal dengan kondisi yang lebih baik dan lebih tangguh menghadapi bencana di masa mendatang,” pungkasnya.
Pada kesempatan itu Bupati Eka Putra juga menyerahkan dokumen dan data penerima bantuan huntap relokasi terpadu dan mandiri kepada Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansah. (***)
