Tanah Datar, bakaba.net – Kabupaten Tanah Datar menjadi salah satu tujuan rangkaian kegiatan “Pulang Kampuang Ka Ranah Intelektual Negeri Sembilan Malaysia”. Kunjungan ini menjadi momentum mempererat hubungan ranah dan rantau sekaligus mengenalkan lebih dekat sejarah dan budaya Minangkabau kepada para diaspora.
Hal itu disampaikan Kadis Kominfo Tanah Datar Dedi Tri Widono, Selasa (08/09).
Kegiatan diawali dengan diskusi bertema “Ranah dan Rantau: Mengenal Minangkabau dari Perspektif Sejarah dan Budaya” di UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Diskusi tersebut menjadi ruang temu antara intelektual ranah dengan diaspora Negeri Sembilan.
Usai diskusi, rombongan melanjutkan kunjungan ke sejumlah situs bersejarah dan budaya di Tanah Datar. Lokasi yang dikunjungi di antaranya Nagari Pariangan, Batu Batikam dan Batu Basurek di Nagari Limo Kaum, serta Istano Basa Pagaruyung. Di lokasi-lokasi tersebut rombongan diajak mengenal langsung warisan sejarah dan budaya Minangkabau.
Bagi Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, kunjungan diaspora ini menjadi kesempatan untuk memperkuat silaturahmi dan ikatan antara ranah dan rantau. Pertemuan langsung dengan sejarah, adat dan budaya Minangkabau diharapkan semakin menumbuhkan rasa memiliki.
Pemerintah daerah juga berharap kunjungan ini dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas untuk kemajuan Tanah Datar. Sinergi antara perantau dan masyarakat di ranah dinilai penting dalam membangun daerah ke depan. (***)
