BAKABA | Bangun Karakter Bangsa

Solusi Regenerasi: UPTD Tenun Lintau Cetak Penenun Muda untuk Penuhi Kebutuhan Lokal

Tanah Datar, bakaba.net – Kebanjiran permintaan kain tenun dari dalam daerah membuat UPTD Sentra Tenun Lintau bergerak cepat. Untuk memenuhi kebutuhan pasar sekaligus melakukan regenerasi, UPTD kini melatih anak-anak usia 15 hingga 24 tahun yang putus sekolah agar menjadi penenun.

Langkah ini diambil agar produksi Tenun Lintau tidak terhenti dan bisa terus memenuhi permintaan masyarakat Tanah Datar.

Hal Itu disampaikan Ketua Dekranasda Tanah Datar, Ny. Lise Eka Putra menjawab bakaba.net, Jum’at (21/08) didampingi Ketua UPTD Sentra Tenun Lintau Hermansyah,SM.

Program pelatihan ini tidak dipungut biaya sama sekali, pasalnya sumber anggaran berasal dari Kemendikdasmen.

“Usai pelatihan mereka diberi modal produksi berupa benang. Untuk alat tenunnya juga bisa memanfaatkan peralatN tanpa dipungut biaya,” ungkap Ny. Lise Eka Putra.

Sistem ini dibuat agar para penenun muda tidak terbebani modal di awal. Mereka bisa langsung produksi setelah selesai pelatihan.

Tidak hanya itu, hasil tenunan para peserta juga dibeli oleh UPTD Sentra Tenun Lintau. Dengan begitu, ada kepastian pasar bagi para penenun baru.

Sementara itu Kepala UPTD Sentra Tenun Hermansyah mengatakaan proses pembuatan kain tenun memang tidak instan. Untuk menyelesaikan satu lembar kain, seorang penenun membutuhkan waktu sekitar 4 hari.

Meski memakan waktu, hasil tenun manual inilah yang menjadi nilai jual utama Tenun Lintau. Motif khas dan proses yang detail sehingga banyak yang menyukainya.

Dengan adanya program ini, UPTD berharap dua tujuan bisa tercapai sekaligus: memenuhi permintaan kain yang terus naik dan menciptakan lapangan kerja baru bagi generasi muda di Lintau.

“Ini bentuk nyata keberpihakan kita. Anak-anak yang putus sekolah diberi keterampilan, diberi modal, dan hasil kerjanya dibeli. Tujuannya agar mereka bisa mandiri dan menenun menjadi profesi yang membanggakan,” tutup Hermansyah. (****)

Exit mobile version