BAKABA | Bangun Karakter Bangsa

Rp1,3 Miliar Dikucurkan, Bupati Eka Putra Serahkan Bansos untuk Korban Bencana 2025

Tanah Datar, bakaba.net  – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menyalurkan bantuan sosial bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi November 2025. Penyerahan dilakukan Bupati Eka Putra di Gedung Indo Jolito, Rabu (3/6/2026).

Total Rp1,3 miliar disalurkan untuk 1.270 penerima. Mulai dari pelaku usaha perikanan, UMKM, petani, hingga biaya pendampingan pasien. Bantuan ini bagian dari upaya pemulihan pascabencana di Tanah Datar.

Turut hadir mendampingi Wakil Bupati Ahmad Fadly, para Asisten, dan kepala OPD terkait.

Bupati Eka Putra mengatakan, bencana hidrometeorologi tahun lalu berdampak luas. Mulai dari pertanian, perikanan, ekonomi, infrastruktur, hingga kesehatan.

“Alhamdulillah, satu per satu upaya kita mulai menunjukkan hasil. Mulai dari pembangunan Huntap, Huntara, bantuan stimulan, pembangunan sabo dam, hingga berbagai bantuan lainnya,” kata Eka.

Pemkab mengaku terus berkoordinasi dengan Pemprov dan Pemerintah Pusat untuk mempercepat pemulihan.

Rinciannya: 175 Pelaku Perikanan dan 924 KK Petani Dapat Bantuan
Dalam kegiatan ini, Pemkab menyerahkan beberapa jenis bantuan: Bansos Perikanan: 175 pelaku usaha dari Batipuh, Batipuh Selatan, dan X Koto. Penerimanya pembudidaya ikan, nelayan, dan Poklahsar.

Bansos UMKM: 148 pelaku usaha dari Batipuh Selatan, Batipuh, Pariangan, X Koto, dan Rambatan. BLT Petani: 924 KK dari Batipuh, Batipuh Selatan, dan X Koto. Masing-masing menerima Rp900 ribu. Bantuan Pendampingan Pasien: 23 pasien korban bencana di rumah sakit dengan total Rp183.168.872.

Asisten Perekonomian Ten Feri menyebut seluruh penerima sudah melalui pendataan dan verifikasi dinas terkait. Total anggaran yang dikucurkan Rp1.305.468.872.

“Bantuan ini tepat sasaran dan diterima masyarakat yang benar-benar terdampak,” ujarnya.

Eka Putra berpesan agar bantuan dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“Jangan lihat besar kecilnya bantuan. Mari kita syukuri sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat,” pesannya.

Ia juga mengimbau warga tetap waspada. Pasalnya cuaca, aktivitas vulkanik Gunung Marapi, dan curah hujan masih berpotensi menimbulkan bencana.

“Mari bangkit, berbenah, dan menata kembali daerah kita sehingga dapat pulih seperti sediakala, bahkan menjadi lebih baik lagi,” pungkasnya. (***)

Exit mobile version