Tanah Datar, bakabaintimedia.net – UIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi atau UIN Bukittinggi melaksanakan wisuda selama dua hari pada 16 dan 17 September 2026.
Rabu (16/09) mahasiswa yang diwisuda berjumlah 840 orang berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam FEBI sebanyak 477 orang, Fakultas Syariah sebanyak 278 orang dan Pascasarjana sebanyak 67 orang.
Pada hari ke-2 Kamis (17/09) UIN Bukittinggi kembali mewisuda sebanyak 883 orang yang terdiri dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan FTIK sebanyak 748 orang dan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah FUAD sebanyak 135 orang.
Jika ditotal, mahasiswa yang diwisuda terdiri dari sarjana strata 1 sebanyak 1.578 orang, strata 2 sebanyak 137 orang dan strata 3 sebanyak 8 orang. Total wisudawan periode ini sebanyak 1.723 orang.
Rektor UIN Bukittinggi Prof Dr Silfia Hanani MSi menjelaskan pada tahun 2026 ini UIN Bukittinggi juga memiliki Fakultas Sains dan Teknologi Saintek yang telah diresmikan oleh Menteri Agama RI Prof Dr Nasaruddin Umar, sehingga saat ini UIN Bukittinggi telah memiliki 6 fakultas.
Di samping itu di UIN Bukittinggi juga sudah ada 26 Prodi S1, 8 Prodi S2 dan 4 Prodi S3 serta PPG, baik Prodi agama maupun umum. Secara kualitas dan kuantitas sangat representatif dengan 15 Guru Besar.
Di samping itu UIN Bukittinggi juga melaksanakan kerja sama baik di dalam negeri maupun di luar negeri, juga pada tahun ini ditunjuk oleh Universiti Kebangsaan Malaysia sebagai tempat magang mahasiswanya.
Prof Silfia juga menjelaskan UIN Bukittinggi terus berupaya dalam meningkatkan sumber daya dosen dan tenaga kependidikan. Terus mendorong dosen-dosen dalam mengembangkan kepakarannya, termasuk melaksanakan penelitian dan pengabdian internasional, di samping itu memperkuat kolaborasi dengan pakar-pakar luar negeri.
Selain itu juga terus mendorong mahasiswa untuk berkiprah tidak saja di nasional tetapi juga di internasional, melalui KKN, PL, Penelitian dan Pengabdian internasional.
Dalam sambutannya di hadapan orang tua wisudawan, Rektor mengatakan hari ini sesungguhnya bukan hanya hari kebahagiaan anak-anak, ini adalah hari kemenangan bapak dan ibu. Di balik toga yang dikenakan ada doa panjang, biaya, pengorbanan, kesabaran dan air mata.
“Gelar yang hari ini diterima anak-anak Bapak dan Ibu sesungguhnya juga merupakan buah dari kesabaran dan perjuangan Bapak dan Ibu. Selamat kepada Ibu Bapak, di hari ini kemenangan itu Bapak Ibu tuai,” ujar Prof Silfia.
Kepada wisudawan, Rektor mengingatkan tantangan dunia kerja. Berdasarkan data BPS Februari 2026, jumlah pengangguran Indonesia sekitar 7,25 juta orang dengan angkatan kerja 154,91 juta orang, penduduk bekerja 147,67 juta orang dan Tingkat Pengangguran Terbuka TPT 4,68 persen.
“Wisudawan, saudara memasuki dunia ketika persaingan kerja semakin terbuka dan perubahan teknologi semakin cepat. Karena itu jangan hanya bertanya pekerjaan apa yang akan saya dapatkan setelah wisuda. Bertanyalah lebih jauh pekerjaan apa yang dapat saya ciptakan, persoalan apa yang dapat saya selesaikan, dan manfaat apa yang dapat saya berikan,” tegasnya.
Rektor juga mengingatkan tantangan perubahan teknologi termasuk Artificial Intelligence AI, agar guru, agamawan dan lulusan tidak kalah oleh teknologi.
“Kami tidak ingin saudara hanya menjadi alumni yang memiliki gelar. Kami ingin saudara menjadi alumni yang memiliki jejak dari gelar itu. Jejak intelektual, jejak moral, jejak sosial, jejak kemanusiaan,” katanya.
Sebagai alumni, Rektor menitipkan empat kata yakni Ilmu, Integritas, Kepedulian, Kebermanfaatan. Ilmu agar memiliki kemampuan, integritas agar kemampuan tidak disalahgunakan, kepedulian agar tidak hidup hanya untuk diri sendiri dan kebermanfaatan agar kehadiran dirasakan orang lain.
“Hidup bukan hanya tentang menjadi seseorang, tetapi tentang menjadi berarti bagi seseorang,” pesan Rektor.
Rektor berpesan agar lulusan menjadi duta kebaikan almamater, menjadi insan yang berilmu, beradab, profesional, terbuka terhadap dunia, kuat dalam nilai keislaman dan hadir memberi solusi bagi masyarakat. (***)
