Pemkab Tanah Datar Terlambat Turunkan Aturan, Dana ADD Jadi Masalah di Nagari

Pemkab Tanah Datar Terlambat Turunkan Aturan, Dana ADD Jadi Masalah di Nagari

- in Headline, KABA NAGARI
445
0

Batusangkar, Bakaba—Semberawutnya pengelolaan dana ADD (Alokasi Dana Desa) dibeberapa nagari di Kabupaten Tanah Datar ternyata tidak sepenuhnya kesalahan dari Wali Nagari dan perangkatnya. Pemkab Tanah Datar juga terlambat menurunkan aturan agar penggunaan dana ini berjalan dengan lancar, sesuai dengan aturan.

“Pencairan Dana ADD 2017 Tahap II hingga sekarang belum bisa dicairkan, karena permasalahan penggunaan dana tersebut di beberapa nagari, sehingga berpengaruh terhadap nagari lainnya yang sudah lebih dulu memberikan laporan,” kata Bupati Tanah Datar diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi Drs.Zulkifli. SR dalam acara pisah sambut Wali Nagari Tabek Kecamatan Pariangan di Balairung Sari, Kamis (16/11).

Dikatakan, salah satu penyebab Pemkab Tanah Datar agak terlambat menurunkan aturan ke nagari, sehingga juga berdampak terlambatnya pencairan dana ADD. Meskipun nagari lainnya dapat mencairkan dana dengan cepat, namun ada nagari yang terlambat, pencairan dana tahap selanjutnya akan terhambat, mengingat pelaporan secara kolektif .

Ia yakin, dengan terlambatnya pencairan dana ADD tahap II ini juga akan menyulitkan bagi Wali Nagari untuk merealisasikannya, karena waktu tahun anggaran 2017 tinggal sedikit lagi. Jika dana ADD tahap II ini tidak cair sesuai dengan yang diharapkan, maka akan berdampak Silpa tinggi terhadap Anggaran Pendapatan dan Balanja Nagari.

“Kepada Wali Nagari Tabek yang baru saja dilantik, saya mengharapkan agar berhati-hati mengelola dana nagari, jangan sampai karena kelalaian harus berurusan dengan hukum,” kata Zulkifli.SR yang mantan Inspektur Kabupaten Tanah Datar ini menambahkan.

Staf Ahli megingatkan, dalam penggunaan dana nagari ini diminta kepada Wali Nagari tetap meggunakan TAP (Transparans, Akuntabilitas dan Partisipasi). Jangan sampai bersembunyi di lalang sahalai, karena walau muka tertutup, namun kaki kelihatan juga.

Sementara tokoh masyarakat nagari Tabek Drs.H.Dafrizal menjawab pertanyaan mengatakan, sehubungan dengan Wali Nagari ini yang semulanya berdeomisili di rantau dan bagi dirinya dunia pemerintahan adalah dunia baru, maka kita akan mencoba tetap berkoordinasi dalam membangun nagari Tabek kedepan.

“Namun demikian, kita yakin pejabat baru ini mampu menjalin kerja sama dengan semua pihak, terutama dalam menuju nagari Tabek yang lebih maju,” kata Dafrizal yang juga anggota DPRD Tanah Datar dari Fraksi Partai Golkar ini menambahkan.

Sedangkan Wali Nagari Tabek Rispel Murni Noerdin yang melakukan pisah sambut dengan Pj. Wali Nagari Yusmaizar, bertekad akan memberikan yang terbaik untuk Nagari Tabek. Kita akan mencoba menyatukan kembali masyarakat yang terkotak-kotak setelah Pilwanag, sehingga membentuk kekuatan baru dalam membangun nagari.

Acara ini juga dihadiri Plt.Camat Pariangan Drs.Herison, Forkompinca, UPT, Wali Nagari Pariangan, Wali Nagari Sawah Tangah serta perantau Tabek dari berbagai kota di seluruh Indonesia yang sempat menyaksikan acara pisah sambut.(WD)

print

Leave a Reply