BAKABA | Bangun Karakter Bangsa

Manajemen Pemasaran Mie Bakar Seafood dalam Menarik dan Mempertahankan Pelanggan

Oleh: Alya Mehrunnisa Sinaga, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Manajemen, Universitas Andalas

Mie Bakar Seafood merupakan salah satu usaha kuliner yang berlokasi di Jalan Dr. Moh. Hatta, Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang, tepatnya di kawasan Pasar Baru dan telah berdiri sejak sekitar tahun 2016 atau 2017. Dalam menjalankan usahanya, Mie Bakar Seafood melakukan berbagai kegiatan pemasaran untuk memperkenalkan produk kepada pelanggan. Selama ini, promosi dari mulut ke mulut menjadi salah satu cara yang digunakan untuk mengenalkan usaha tersebut, terutama melalui hubungan pertemanan di kalangan mahasiswa. Selain itu, Mie Bakar Seafood juga mulai mempersiapkan beberapa strategi pemasaran baru, seperti meningkatkan penggunaan media sosial, memberikan promosi dan potongan harga melalui layanan pesan-antar, serta membuat program stempel pembelian. Berbagai upaya tersebut berkaitan dengan usaha untuk menarik pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan yang sudah pernah membeli.

Berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik Mie Bakar Seafood, usaha tersebut pertama kali didirikan sekitar tahun 2016 atau 2017, sebelum kegiatan KKN. Pemilik menyampaikan bahwa sejak didirikan, usaha tersebut terus berjalan hingga sekarang. Dalam menjalankan usaha kuliner, pemasaran menjadi salah satu hal yang penting karena dapat membantu memperkenalkan produk kepada calon pelanggan.

Pada awalnya, Mie Bakar Seafood pernah menggunakan media sosial untuk melakukan promosi. Namun, pemilik menjelaskan bahwa penggunaan media sosial pada saat itu masih kurang berjalan dengan baik. Karena itu, promosi lebih banyak dilakukan melalui cara yang sederhana, yaitu dari mulut ke mulut. Promosi seperti ini dilakukan dengan memanfaatkan hubungan pertemanan dan orang-orang yang sudah mengenal usaha tersebut.

Pada awal perkembangan usaha, promosi dari mulut ke mulut banyak dilakukan melalui sesama mahasiswa. Dalam beberapa tahun terakhir, sebagian karyawan Mie Bakar Seafood juga merupakan mahasiswa. Kondisi tersebut membantu usaha dalam memperkenalkan produk kepada lingkungan pertemanan para karyawan. Karyawan dapat menceritakan keberadaan Mie Bakar Seafood kepada teman-temannya sehingga orang yang sebelumnya belum mengetahui usaha tersebut dapat menjadi calon pelanggan.

Pemilik juga menjelaskan bahwa Mie Bakar Seafood memiliki beberapa rencana untuk mengembangkan strategi pemasarannya. Salah satunya adalah melakukan promosi dan memberikan potongan harga melalui layanan seperti Gojek atau Grab.

“Promosi berupa diskon dapat menjadi salah satu cara untuk memberikan daya tarik tambahan bagi pelanggan ketika melakukan pemesanan melalui layanan tersebut,” ujar sang pemilik.

Selain diskon, Mie Bakar Seafood juga sedang mempersiapkan program stempel pembelian. Program ini dirancang agar pelanggan dapat memperoleh satu menu secara gratis setelah melakukan pembelian dalam jumlah tertentu. Dengan adanya program tersebut, pelanggan memiliki alasan tambahan untuk kembali melakukan pembelian. Namun, berdasarkan hasil wawancara, program stempel tersebut masih dalam tahap persiapan. Pihak Mie Bakar Seafood masih mempersiapkan desain dan beberapa hal lainnya sebelum program tersebut dapat diterapkan.

Kegiatan pemasaran juga tidak hanya berkaitan dengan promosi. Pelayanan kepada pelanggan menjadi salah satu bagian yang berhubungan dengan pengalaman pelanggan ketika membeli produk. Salah seorang karyawan menjelaskan bahwa dirinya memiliki beberapa peran di Mie Bakar Seafood, yaitu sebagai waitress, koki, dan terkadang membantu di bagian kasir. Dengan beberapa tugas tersebut, karyawan berhubungan langsung dengan pelanggan dalam kegiatan sehari-hari.

Menurut karyawan tersebut, keramahan menjadi salah satu hal yang diperhatikan ketika memberikan pelayanan.

“Ketika pelanggan menyampaikan keluhan, kami berusaha menerima dan mendengarkan keluhan tersebut dengan ramah, lalu mencari solusi terbaik untuk menyelesaikannya,” jelas salah seorang karyawan.

Apabila terdapat pelanggan yang mengalami kerugian, pihak Mie Bakar Seafood juga berusaha memberikan penyelesaian terhadap masalah tersebut. Pelayanan seperti ini menjadi bagian dari usaha untuk memberikan pengalaman yang baik kepada pelanggan.

Selain pelayanan, karyawan juga melihat bahwa penggunaan media sosial perlu ditingkatkan. Media sosial dapat digunakan sebagai sarana untuk memperkenalkan produk kepada lebih banyak orang. Menurut karyawan, Mie Bakar Seafood juga memiliki rencana untuk lebih aktif di media sosial. Selain itu, usaha tersebut berencana menambah daftar menu, membuat menu yang lebih menarik, dan meningkatkan suasana tempat agar pelanggan semakin tertarik.

Dari sisi pelanggan, media sosial ternyata menjadi salah satu cara yang dapat memperkenalkan Mie Bakar Seafood kepada calon konsumen. Salah seorang pelanggan yang diwawancarai mengatakan bahwa dirinya pertama kali mengetahui kedai tersebut melalui media sosial.

“Saya pertama kali tahu kedai ini dari media sosial, lalu merasa tertarik dan memutuskan untuk datang langsung,” ungkap pelanggan baru tersebut.

Ketertarikan terhadap produk dan harga juga menjadi alasan pelanggan melakukan pembelian. Pelanggan tersebut mengatakan bahwa ia tertarik dengan produk Mie Bakar Seafood dan menilai harganya cukup terjangkau untuk dirinya sebagai mahasiswa. Harga yang dianggap sesuai dengan kemampuan pelanggan menjadi salah satu pertimbangan sebelum melakukan pembelian.

Pelanggan tersebut merupakan pelanggan baru yang baru pertama kali datang ke Mie Bakar Seafood. Meskipun baru pertama kali mencoba, ia mengatakan bahwa kemungkinan akan datang kembali karena merasa makanan yang ditawarkan sesuai dengan seleranya. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengalaman pelanggan setelah mencoba produk dapat berkaitan dengan keinginan untuk melakukan pembelian kembali.

Berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik, karyawan, dan pelanggan, kegiatan pemasaran Mie Bakar Seafood tidak hanya dilakukan melalui promosi. Pemasaran juga berkaitan dengan bagaimana usaha memberikan pelayanan, memperhatikan pengalaman pelanggan, dan merencanakan kegiatan yang dapat membuat pelanggan tertarik untuk kembali.

Promosi dari mulut ke mulut masih menjadi salah satu cara yang digunakan Mie Bakar Seafood untuk memperkenalkan produknya. Di sisi lain, terdapat rencana untuk meningkatkan penggunaan media sosial agar promosi dapat dilakukan dengan lebih aktif. Rencana diskon melalui layanan pesan-antar dan program stempel pembelian juga menjadi bagian dari strategi yang sedang dipersiapkan.

Dari sisi pelayanan, keramahan karyawan dan penanganan keluhan menjadi bagian yang diperhatikan ketika berinteraksi dengan pelanggan. Sementara itu, dari sisi pelanggan, media sosial, produk, harga, dan kesesuaian rasa menjadi beberapa hal yang berkaitan dengan keputusan untuk mencoba dan kemungkinan melakukan pembelian kembali.

Dengan berbagai rencana tersebut, Mie Bakar Seafood masih memiliki ruang untuk mengembangkan kegiatan pemasarannya. Penggunaan media sosial yang lebih aktif, program promosi, penambahan menu, serta peningkatan suasana tempat merupakan beberapa rencana yang disampaikan oleh pihak Mie Bakar Seafood. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya usaha untukmemperkenalkan produk, menarik pelanggan, dan membangun keinginan pelanggan untuk kembali membeli. (***)

 

Exit mobile version