BAKABA | Bangun Karakter Bangsa

Kualitas Udara Tanah Datar Diprediksi Memburuk, Kelompok Rentan Diminta Kurangi Aktivitas Luar

Tanah Datar, bakaba.net – Kualitas udara di Kabupaten Tanah Datar diprakirakan memburuk pada Selasa 9 September 2026. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG memprediksi konsentrasi partikel PM2.5 masuk kategori tidak sehat mulai pagi hari.

Berdasarkan data prakiraan BMKG, pada pukul 00.00 hingga 07.00 WIB kualitas udara masih berada pada kategori sedang. Konsentrasi PM2.5 tercatat 48,8 µg/m³ hingga 51,7 µg/m³.

Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang, Sugeng Nugroho, berdasarkan hasil pemantauan ISPU, Memasuki pukul 08.00 WIB, konsentrasi PM2.5 melonjak dan bertahan di kategori tidak sehat hingga sore.

“Puncaknya terjadi pada pukul 10.00 WIB dengan konsentrasi 93,6 µg/m³. Sepanjang siang hingga pukul 15.00 WIB, konsentrasi berada di rentang 81,5 µg/m³ hingga 91,1 µg/m³,” ungkap Sugeng Nugroho, Sabtu (05/09) malam.

Sementara pada Minggu 7 September 2026, kualitas udara juga sempat tidak sehat pada dini hari. Konsentrasi PM2.5 pada pukul 00.00 hingga 01.00 WIB berada di angka 58,1 µg/m³ hingga 58,9 µg/m³. Setelah itu berangsur membaik menjadi kategori sedang pada pukul 02.00 hingga 07.00 WIB dengan konsentrasi 52,1 µg/m³ hingga 53,2 µg/m³.

Menyikapi prakiraan kualitas udara di Tanah Datar tersebut, Sugeng Nuhgroho menghimbau masyarakat terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan untuk membatasi aktivitas di luar ruangan.

“Penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah juga disarankan saat kualitas udara masuk kategori tidak sehat,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Bupati Eka Putra menyingkapi kualitas udara tidak sehat, agar kelompok rentan untuk membatasi beraktifitas di luar rumah.

“Kita sudah membagikan masker untuk masyarakat pada titik-titik tertentu,” ujar Eka Putra. (***)

Exit mobile version