Tanah Datar, bakaba.net – Ketua Dekranasda Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra mengunjungi UPT Tenun di Lintau, Kamis (20/08) untuk melihat langsung proses produksi sekaligus berdialog dengan para penenun yang sudah mengikuti pelatihan sebelumnya.
Ny. Lise Eka Putra mengatakan penenun-penenun muda itu merupakan garda depan yang terus menjaga salah satu kekayaan budaya daerah.
Penenun ditunjang keberadaan UPT kelengkapan peralatan tentunya dapat mendorong penenun untuk terus berkarya baik itu mengembangkan motif maupun warna yang lagi tren saat ini.
“Saya selalu percaya, keberadaan sebuah UPT tidak cukup hanya dilihat dari bagusnya gedung atau lengkapnya peralatan. Yang jauh lebih penting adalah seberapa besar fasilitas tersebut mampu menumbuhkan manusia di dalamnya menambah keterampilan, membuka peluang usaha, memperluas pasar, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Ny. lise Eka Putra.
UPT Tenun Lintau diharapkan benar-benar menjadi tempat untuk belajar, berlatih, berinovasi, memperbaiki kualitas produk, hingga memahami kebutuhan pasar.
“UPT ini benar-benar menjadi rumah tumbuh bagi para penenun dan UMKM. Tempat untuk belajar, berlatih, berinovasi, memperbaiki kualitas produk, memahami kebutuhan pasar, hingga suatu saat mampu tumbuh menjadi pelaku usaha yang mandiri dan profesional,”
Para penenun dan pelaku UMKM juga diminta untuk tidak mudah menyerah dalam membangun usaha.
“Kepada para penenun dan pelaku UMKM, jangan mudah menyerah pada proses. Membangun usaha memang membutuhkan kesabaran. Pasar tidak selalu terbentuk dalam sehari, kepercayaan konsumen juga membutuhkan waktu. Tetapi selama kita menjaga kualitas, konsistensi, kreativitas, dan kemauan untuk terus belajar, insyaAllah selalu ada jalan untuk bertumbuh,” pesan Ny. Lise.
Dijelaskan, pemerintah bisa menyediakan fasilitas, pelatihan, dan membuka kesempatan. Namun keberanian untuk naik kelas harus datang dari diri sendiri.
Pemerintah dapat menyediakan fasilitas, pelatihan dan membuka kesempatan. Namun pada akhirnya, kemauan, ketekunan dan keberanian untuk naik kelas harus tumbuh dari diri kita sendiri.
Tenun tidak hanya dipandang sebagai produk kain. Di dalamnya terkandung nilai budaya, keterampilan, dan harapan ekonomi keluarga.
“Tenun bukan hanya selembar kain. Di dalam setiap helainya ada keterampilan, kesabaran, identitas budaya, sekaligus harapan ekonomi sebuah keluarga,” ujar Ny. Lise.
Karena itu, ajakan untuk bersama-sama menjaga warisan ini pun disampaikan.
“Mari kita jaga warisannya, kita tingkatkan kualitasnya, kita perluas pasarnya, dan yang terpenting, kita sejahterakan tangan-tangan yang menenun nya,” ajak Ny. Lise Eka Putra.
