BAKABA | Bangun Karakter Bangsa

Hendriayana: Dari Papua ke Tanah Datar, Bawa Semangat Pengabdian dan Program Nasional

Tanah Datar bakaba.net – Dandim Tanah Datar Letkol Arm Hendriyana, S.Sos., M.M mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya keluarga besar wartawan, untuk bersama-sama mendukung program-program nasional yang dicanangkan pemerintah.

Dalam pertemuan silaturahmi dengan organisasi wartawan dan organisasi masyarakat Selasa (14/7), Hendriyana menyampaikan bahwa dirinya berasal dari Jawa Barat dan merupakan orang Sunda dan sebelumnya bertugas di Fakfak Provinsi Papua Barat, Indonesia.

Ayah dua putra ini juga membagikan pengalaman dinasnya selama kurang lebih 2,5 tahun di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Menurut Hendri begitu ia biasa disapa, penugasan di daerah timur Indonesia itu banyak memberi pelajaran tentang bersyukur dan semangat pengabdian meski dihadapkan pada keterbatasan air, bahan makanan mahal, dan akses yang sulit.

Ia memberi contoh tentang harga air mineral satu galon mencapai Rp.120 ribu hingga Rp.130 ribu, karena tidak ada isi ulang, sehingga harus beli baru terus dan galon-galon air mineral itu dimanfaatkan untuk menampung air hujan.

“Di sana kita benar-benar belajar. Kalau ada yang ditugaskan ke Papua, itu orang-orang pilihan. Alhamdulillah saya dapat banyak hikmah,” katanya.

Begitu sampai di Tanah Datar, Hendri merasa sangat bersyukur, dengan keindahan alam, air bersih melimpah dan bahan makanan yang berlimpah.

Pada kesempatan itu, Hendriyana juga menekankan pentingnya sinergi mendukung program nasional era Presiden Prabowo, seperti penguatan koperasi, pembangunan infrastruktur jembatan, dan kegiatan lain yang langsung menyentuh masyarakat.

“Ke depan banyak program strategis nasional yang sasarannya ke daerah. Di sinilah mari kita sama-sama melaksanakan tugas. Program pemerintah harus kita dukung bersama agar bermanfaat untuk masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap ke depan bisa terus bersilaturahmi dan bekerja sama dengan insan pers serta masyarakat Batusangkar. Menurutnya, kegiatan yang dilakukan harus nyata dan berdampak, bukan hanya seremonial.

“Kita bangun bersama. Tujuannya satu, untuk belajar yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnya. (***)

Exit mobile version