BAKABA | Bangun Karakter Bangsa

Gandeng Unand, Pemkab Tanah Datar Target Stunting Turun di Bawah 10%

Tanah Datar, bakaba.net – Pemkab Tanah Datar menggandeng Universitas Andalas untuk percepat penurunan stunting. Mahasiswa KKN Unand akan diterjunkan ke 14 nagari dengan fokus edukasi gizi dan kesehatan.

Wabup Ahmad Fadly menargetkan prevalensi stunting di Luhak Nan Tuo turun di bawah 10% dalam 3-4 tahun ke depan. Kolaborasi dengan Unand jadi kunci intervensi berbasis data dan kajian ilmiah.

Rapat pembahasan KKN tematik stunting digelar di Aula Bappeda Litbang, Rabu (10/6/2026). Hadir Wabup Ahmad Fadly selaku Ketua TP3S, Direktur Studi Unand Prof. dr. Andani Eka Putra, Kepala Bappeda Adriyanti Rustam, camat, dan wali nagari.

Wabup Ahmad Fadly menyebut penanganan stunting butuh kerja bareng semua pihak. Mulai dari pemerintah, akademisi, nakes, hingga masyarakat.

“Selama ini kita sudah jalankan intervensi spesifik dan sensitif. Tapi tantangan di lapangan masih besar. Butuh dukungan semua pihak agar hasilnya optimal,” kata Wabup.

Ia berharap kehadiran mahasiswa KKN Unand bisa memperkuat edukasi ke masyarakat. Sasarannya gizi, kesehatan ibu dan anak, serta pola asuh.

“Ini tanggung jawab kita semua untuk generasi mendatang. Kita tidak akan biarkan generasi tumbuh di bayang-bayang stunting,” tegasnya.

Direktur Studi Unand Prof. dr. Andani Eka Putra menyatakan pihaknya siap mendukung penuh. Mahasiswa KKN akan ditempatkan bersama dosen pembimbing.

“Yang kami inginkan, Unand memberi dampak jangka panjang ke masyarakat Tanah Datar. Terima kasih Pemda yang semangat di program ini,” ujar Andani.

Ia menekankan program ini harus jadi perhatian bersama, dari nagari sampai kabupaten. Dengan pendekatan berbasis kajian ilmiah, program bisa dievaluasi dan disesuaikan kebutuhan di lapangan.

“Optimis target tercapai. Mudah-mudahan dari pilot project 14 nagari ini bisa jadi acuan penurunan stunting ke depan,” pungkasnya. (***)

Exit mobile version