Tanah Datar, bakaba.net – Istano Salindung Bulan, Lintau Buo Utara menjadi saksi berkumpulnya para Bundo Kanduang dalam acara Lomba Cerita “Nenek Reno”, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Bundo Kanduang dari berbagai nagari di Kecamatan Lintau Buo Utara. Mereka bersama-sama menghidupkan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam buku “Nenek Reno”.
Buku tersebut dinilai memiliki pesan mendalam di tengah derasnya arus teknologi saat ini.
“Buku ‘Nenek Reno’ mengajarkan bahwa nasihat seorang nenek bukan hanya cerita sebelum tidur, tetapi bekal hidup yang membentuk akhlak, karakter, dan kebijaksanaan seorang anak,” Ketua Literasi Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra.
Ia melanjutkan kehadiran seorang nenek, seorang ibu, dan seorang Bundo Kanduang sebagai pendidik pertama dalam keluarga menjadi semakin penting.
Di era digital, peran mereka diyakini menjadi benteng utama dalam membentuk karakter generasi muda agar tidak kehilangan akar budaya dan nilai luhur Minangkabau.
Lomba cerita ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kreativitas anak, tetapi juga ruang untuk menanamkan kembali kearifan lokal melalui dongeng dan nasihat dari para sesepuh.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari para Bundo Kanduang yang hadir. Mereka menilai lomba seperti ini perlu terus digalakkan agar anak-anak lebih dekat dengan cerita, petuah, dan falsafah Minangkabau.
“Semoga melalui ‘Nenek Reno’, kita bisa melahirkan generasi yang berakhlak, berbudi, dan tetap memegang teguh adat,” ungkap Ny. Lise Eka Putra.
Acara ditutup dengan penuh kehangatan. Para peserta dan Bundo Kanduang berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di nagari-nagari lain di Tanah Datar. (***)
