Tanah Datar, bakaba.net – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tanah Datar menggelar pertemuan bulanan sekaligus sosialisasi kesehatan reproduksi perempuan dengan menghadirkan dokter spesialis obstetri dan ginekologi. Kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor TP PKK Tanah Datar, Selasa, (14/04).
Ketua TP PKK Kabupaten Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra, S.E., dalam arahannya menyampaikan bahwa kader PKK tidak hanya peduli pada orang lain, tetapi juga harus peduli terhadap diri sendiri.
“Pemeriksaan kesehatan secara berkala sangat penting. Deteksi dini melalui pemeriksaan IVA dapat menemukan perubahan sel sejak awal sebelum berkembang menjadi kanker serviks. Sementara itu, pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan pemeriksaan klinis secara rutin dapat membantu mendeteksi tanda-tanda awal kanker payudara,” ucapnya.
Ny. Lise menjelaskan, pertemuan bulanan kali ini menghadirkan narasumber dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang khusus membahas kesehatan alat reproduksi perempuan dan payudara, termasuk pencegahan kanker serviks dan kanker payudara.
“Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak menyerang perempuan dan umumnya disebabkan oleh infeksi virus HPV (_Human Papillomavirus_). Sementara itu, kanker payudara juga menjadi penyebab utama kematian pada perempuan jika tidak terdeteksi sejak dini. Kedua penyakit ini sebenarnya dapat dicegah melalui pola hidup sehat, deteksi dini, serta perawatan tubuh yang tepat,” jelasnya.
Ia mengajak seluruh kader PKK di semua tingkatan untuk rutin memeriksakan kesehatan dan menjadi motor penggerak di tengah masyarakat agar peduli terhadap kesehatan reproduksi, terutama melalui layanan di puskesmas atau rumah sakit.
“Melalui sosialisasi ini, mari kita jaga kesehatan alat reproduksi secara konsisten. Perempuan tidak hanya melindungi dirinya dari risiko penyakit, tetapi juga turut menjaga masa depan yang lebih sehat dan berkualitas. Kesadaran, kepedulian, dan tindakan preventif adalah kunci utama dalam mencegah kanker serviks dan kanker payudara sejak dini,” pungkasnya.
Sementara itu, narasumber dr. Ori John, Sp.O.G., http://Subsp.K.Fm., dalam pemaparannya menyampaikan materi _Pencegahan dan Penanggulangan Kanker Payudara dan Serviks_.
dr. Ori John menyebutkan, situasi kanker serviks di Indonesia saat ini menempati peringkat ke-3 tertinggi di dunia dan peringkat ke-2 setelah kanker payudara. Lebih dari 36 ribu kasus baru terdeteksi setiap tahun di Indonesia.
Ia menambahkan, dampak kanker serviks paling banyak dialami perempuan usia produktif 30–50 tahun, berupa gangguan kualitas hidup, dampak sosial ekonomi, dan gangguan pada kehidupan keluarga.
Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli TP PKK dr. Dwinanda Ahmad Fadly juga mengajak ketua TP PKK kecamatan dan nagari untuk rutin memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan serta aktif mencari informasi kesehatan melalui kanal resmi Kementerian Kesehatan.
Kegiatan yang dirangkai dengan halalbihalal ini turut dihadiri Kepala Dinas PMDPPKB Drs. Herison dan beberapa pejabat daerah lainnya. Pemeriksaan kesehatan gratis juga diberikan kepada peserta. (***)
