BAKABA | Bangun Karakter Bangsa

Bupati Tanah Datar Eka Putra Kunjungi Batam Bahas Kerja Sama Pariwisata dan 300 Homestay

Batam, bakaba.net – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah melakukan kunjungan kerja dan studi komparatif ke Pemerintah Kota Batam di Aula Hang Nadim Kantor Wali Kota Batam, Senin (21/09).

Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi Pemkab Tanah Datar untuk menggali pengalaman dan strategi Pemko Batam dalam mengelola pemerintahan, mendorong pertumbuhan ekonomi serta membangun daerah dengan dukungan pemerintah pusat.

Bupati Tanah Datar Eka Putra mengatakan kunjungan ke Batam tidak hanya silaturahmi tetapi juga untuk mendapatkan informasi mengenai kebijakan dan inovasi yang telah dilakukan Pemko Batam.

Kehadiran kami di sini yang pertama tentu ingin mengetahui bagaimana Wali Kota Batam memimpin, sehingga perhatian pemerintah pusat cukup besar terhadap Kota Batam. Selain silaturahmi, kami juga ingin melihat keberhasilan Kota Batam yang mungkin bisa kami tiru dan diterapkan di Tanah Datar, ujar Eka.

Menurut Eka pertukaran informasi antar daerah penting dilakukan terutama dalam menghadapi persoalan pembangunan yang memiliki karakter berbeda. Tanah Datar memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, hortikultura, kebudayaan, pariwisata dan sejarah.

Kami memang tidak memiliki hotel berbintang seperti di Batam, tetapi seiring berkembangnya sektor pariwisata setidaknya saat ini Tanah Datar memiliki sekitar 300 homestay yang dikelola langsung oleh masyarakat. Ini merupakan potensi yang terus kami kembangkan agar masyarakat ikut merasakan manfaat dari sektor pariwisata, katanya.

Pada kesempatan tersebut Eka juga memperkenalkan destinasi unggulan Tanah Datar mulai dari Istano Basa Pagaruyung hingga Nagari Tuo Pariangan yang dikenal sebagai kawasan penting dalam sejarah dan asal-usul Minangkabau. Selain itu terdapat Puncak Bukit Marapalam yang memiliki nilai sejarah dan budaya sebagai saksi lahirnya falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

Ia berharap kunjungan tersebut tidak berhenti pada pertemuan dan pertukaran informasi tetapi dapat dilanjutkan dalam bentuk kerja sama konkret antara Pemkab Tanah Datar dan Pemko Batam.

Harapan kami, silaturahmi ini terus berlanjut dan ke depan bisa melahirkan kerja sama antar daerah. Kami juga menitipkan masyarakat Tanah Datar yang banyak tinggal dan hidup di Kota Batam, tutur Eka.

Sementara itu Wali Kota Batam H Amsakar Achmad menyampaikan apresiasi atas pilihan Pemkab Tanah Datar menjadikan Batam sebagai daerah tujuan studi komparatif. Menurutnya kunjungan antar daerah juga menjadi kesempatan bagi Pemko Batam untuk saling belajar dan bertukar pengalaman.

Amsakar menjelaskan perkembangan Batam hingga menjadi pusat industri, perdagangan dan investasi nasional merupakan hasil perjalanan panjang sejak era 1960-an. Posisi Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas, kedekatan geografis dengan Singapura dan Malaysia serta dukungan pemerintah pusat menjadi faktor pendorong.

Batam hari ini bukan serta-merta seperti sekarang. Ada sejarah panjang sejak tahun 1960-an sampai saat ini. Dari perjalanan panjang itu, Batam berkembang menjadi kota industri seperti sekarang, jelasnya.

Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi Batam dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif. Pada 2025 ekonomi Batam tumbuh 6,76 persen lebih tinggi dibandingkan nasional 5,04 persen. PDRB Batam pada tahun yang sama mencapai sekitar Rp253,64 triliun.

Pada semester pertama 2026 realisasi investasi mencapai Rp29,89 triliun tumbuh 62,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp18,37 triliun. Investasi tersebut mendorong penciptaan 40.943 lapangan kerja.

Dalam tren ekonomi, Batam selalu tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Karena Batam merupakan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas, ditambah dukungan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus, katanya.

Amsakar menekankan pentingnya kekompakan antara pemerintah daerah dan Forkopimda dalam menjalankan pemerintahan. (***)

Exit mobile version