BAKABA | Bangun Karakter Bangsa

Buku Satu Nagari Satu Event Karya Siska Mandalia Kurator SNSE Tanah Datar yang Kuliah PhD di UK Resmi Terbit

Tanah Datar, bakaba.net – Program unggulan Kabupaten Tanah Datar Satu Nagari Satu Event (SNSE) kini resmi dibukukan menjadi panduan nasional pengelolaan event budaya berbasis nagari.

Buku berjudul Satu Nagari Satu Event: A Guide to Cultural Event Management karya kurator SNSE Tanah Datar Siska Mandalia resmi terbit melalui Penerbit K-Media Bantul Yogyakarta dengan ISBN 978-634-340-029-5.

Buku ini disusun berdasarkan pengalaman langsung pelaksanaan SNSE di Tanah Datar sejak tahun 2022.

Penulisnya Siska Mandalia saat ini tercatat sebagai Dosen Pariwisata di UIN Mahmud Yunus Batusangkar dan tengah menempuh pendidikan PhD di University of Dundee United Kingdom. Akademisi yang telah malang melintang sebagai peneliti pariwisata lebih dari sepuluh tahun ini mengantongi sertifikasi profesional sebagai Event Planner, Event Manager, dan Event Educator.

Kiprah akademiknya diakui di level internasional. Siska tergabung dalam asosiasi bergengsi The Euro-Asia Tourism Studies Association (EATSA) dan The Asia Pacific Institute for Events Management (APIEM).

Latar belakang inilah yang menjadi pertimbangan utama penunjukannya sebagai kurator sekaligus menjadi salah satu tokoh dan inisiator di balik lahirnya program SNSE Tanah Datar.

Dalam bukunya, Siska memaparkan bahwa setiap nagari sesungguhnya memiliki kombinasi sumber daya yang berbeda dan unik. Mulai dari bentang alam, sejarah, adat istiadat, tokoh, kuliner, pertanian, permainan tradisional, kerajinan, kesenian, pengetahuan lokal, hingga jejaring perantau yang kuat.

Namun potensi tersebut belum selalu terkelola sebagai aset pariwisata dan event budaya yang terencana, partisipatif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Secara konsep, buku ini mengintegrasikan event management, pariwisata berbasis masyarakat, pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi lokal, serta prinsip keberlanjutan.

Pembahasannya komprehensif, mulai dari pemetaan potensi, perencanaan, manajemen operasional dan risiko, pendanaan, pemasaran dan branding, keterlibatan masyarakat, pengelolaan dampak, hingga monitoring dan evaluasi.

Buku ini juga dilengkapi studi kasus tujuh puluh lima nagari di Tanah Datar dan panduan implementasi serta toolkit praktis, sehingga dapat menjadi referensi bagi akademisi sekaligus panduan bagi pemerintah, pengelola event, komunitas, dan masyarakat.

Menariknya, sampul buku ini bukan ilustrasi stok, melainkan menggunakan foto dokumentasi asli pelaksanaan SNSE di Nagari Batubulek Kecamatan Lintau Buo Utara Kabupaten Tanah Datar. Sampul tersebut menampilkan visual anak-anak berpakaian adat Minangkabau di pelataran Rumah Gadang dengan latar festival budaya yang merepresentasikan semangat pelestarian budaya sejak usia dini.

Kehadiran buku yang ditulis akademisi UIN Mahmud Yunus yang sedang studi PhD di UK ini dinilai strategis di tengah upaya Tanah Datar yang dikenal sebagai Luhak Nan Tuo untuk menjadikan setiap nagari memiliki event unggulan yang berkelanjutan dan mendunia. (***)

Exit mobile version