Tanah Datar, bakaba.net – Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan kapasitas bundo kanduang dan putih bungsu dapat meningkatkan religiusitas generasi muda dengan menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual yang kuat.
Melalui Bimtek itu generasi muda dapat memahami makna dan filosofi di balik tradisi adat dan budaya, serta meningkatkan penghargaan terhadap kekayaan budaya.
Hal itu disampaikan anggota DPRD Sumatera Barat H. Rony Mulyadi, S.E., Datuak Bungsu saat memberi materi pada Bimtek peningkatan kapasitas bundo kanduang di aia angek cottage, Kamis (28/08).
Anggaran Bimtek peningkatan kapasitas bundo kanduang ini berasal dari dana pokok-pokok pikiran H. Rony Mulyadi dan telah masuk angkatan ke IV.
Anggakat pertama Bimtek itu digelar di istano Silinduang bulan, angkatan kedua di kantor LKAAM Tanah Datar dan anggatan ke III, IV dan V di Aia Angek Cottage.
Dalam pelatihan itu sebut Rony yang biasa disapa angku ini, para pemateri mengajak membantu pengembangan karater bundo kanduang dan generasi muda, bagaimana menyikapi kemajuan teknologi tanpa harus tercabut dari akar budaya.
“Budaya adalah jati diri dan merupakan identitas dan karakteristik yang tidak boleh digerus oleh kemajuan teknologi,” ujarnya.
Merawat dan melestarikan budaya sambung Rony berarti menjaga dan menghidupkan jati diri tersebut, yang juga memberikan semangat dan rasa kebersamaan.
Seperti diketahui di Minangkabau ada falsafah Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah,
Syarak mangato, adat mamakai” menyatakan bahwa syariat (hukum Islam) yang memberi perintah atau aturan, sementara adat (kebiasaan dan tata nilai masyarakat) yang melaksanakannya.
Pepatah diata menegaskan hubungan hierarkis dan fungsional antara hukum agama dan adat, di mana syariat menjadi sumber otoritas aturan, dan adat menjadi cara praktis untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Minangkabau.
Dengan menyikapi kompleknya persoalan sosial saat ini membuat Rony Mulyadi sebagai seorang penghulu pucuak untuk melestarikan adat melalui Bimtek.
Bahkan kedepannya Rony Mulyadi akan mengagendakan pelatihan khusus untuk pemuda. Seperti tempo dulu pemuda Minangkabau yang ditempa di surau mulai dari belajar bela diri, agama, ilmu politik, adat dan budaya. (***)