Tanah Datar, bakaba.net – Bupati Tanah Datar Eka Putra jadi narasumber penyusunan _Buku Bina Marga Tanggap Bencana_. Buku itu digagas Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU.
Wawancara berlangsung di Gedung Indo Jolito, Batusangkar, Senin (31/8/2026). Fokusnya: pengalaman Tanah Datar menghadapi banjir bandang dan tanah longsor yang merusak jalan dan jembatan.
Eka Putra membeberkan langkah Pemkab Tanah Datar, mulai masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan.
Menurutnya, koordinasi dengan pemerintah pusat jadi kunci agar penanganan infrastruktur bisa cepat.
“Penanganan bencana membutuhkan kecepatan, sinergi dan koordinasi yang kuat. Infrastruktur yang dipulihkan harus mampu memberikan akses sekaligus ketahanan bagi masyarakat dalam jangka panjang,” kata Eka Putra.
Ia juga mengapresiasi dukungan Ditjen Bina Marga dalam rehabilitasi dan rekonstruksi jalan serta jembatan. Sebab, konektivitas masyarakat sangat bergantung pada itu.
Bupati 2 periode itu menekankan pentingnya membangun infrastruktur yang “tanggap bencana”.
“Bencana memang tidak bisa kita prediksi secara pasti. Tetapi kesiapsiagaan harus kita bangun. Infrastruktur juga harus direncanakan dengan mempertimbangkan kondisi dan karakteristik wilayah,” ujarnya.
Dengan begitu, kata Eka, dampak bencana bisa diminimalkan. Proses pemulihan pun bisa lebih cepat.
Pengalaman Tanah Datar ini diharapkan jadi isi penting dalam _Buku Bina Marga Tanggap Bencana_. Tujuannya memberi gambaran ke daerah lain soal koordinasi dan dukungan pusat pascabencana. (***)
