BAKABA | Bangun Karakter Bangsa

Ancaman Non-Militer Dinilai Lebih Berbahaya, Kasdim 0307, Warga Diajak Bela Negara Sesuai Profesi

Tanah Datar, bakaba.net – Ancaman non-militer dinilai lebih berbahaya bagi Indonesia dibandingkan ancaman militer. Hal itu disampaikan dalam Pembinaan Sadar Negara Dengan KB TNI I TA 2026 Kodim 0307 Tanah Datar, Selasa (14/7).

Hal itu disampaikan Kasdim Kasdim 0307/Tanah Datar Mayor Czi Alseprizal pada kegiatan yang diikuti oleh organisasi wartawan Tanah Datar serta organisasi kemasyarakatan yang ada di Tanah Datar dan Padang Panjang serta keluarga TNI Polri.

Menurut Alseprizal , kemungkinan terjadinya perang militer saat ini sangat kecil karena banyak kepentingan global yang saling terkait. Justru ancaman non-militer yang lebih rawan dan nyata dirasakan masyarakat.

“Yang rawan di Indonesia itu ancaman non-militer. Seperti Covid-19 kemarin, itu langsung meluluh lantakan sektor ekonomi. Itu contoh nyatanya,” ujarnya.

Selain pandemi, sejumlah ancaman non-militer lain juga disorot. Pertama, ancaman di wilayah perbatasan. Pulau-pulau kecil yang dikuasai pihak lain dinilai bisa mempersempit kedaulatan wilayah Indonesia. Kedua, bencana alam yang terus terjadi dan berdampak luas. Ketiga, peredaran narkoba yang mengancam generasi muda.

“Narkoba ini bahaya. Generasi muda tidak boleh berkembang. Kalau generasi muda rusak karena narkoba, bagaimana mau jadi orang hebat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa bela negara bukan hanya tugas TNI-Polri. Setiap warga negara memiliki kewajiban yang sama sesuai profesinya masing-masing.

“Yang berhak membalas dan menjaga negara adalah kita, masyarakat atau warga negara. Kita semua membela negara sesuai dengan profesi masing-masing,” ucapnya.

Ia menambahkan, kekuatan negara tidak hanya bertumpu pada TNI, Polri, dan ormas. Lebih dari itu, kekuatan utama bangsa ada pada Pancasila, UUD 1945, dan keutuhan NKRI.

“Oleh karena itu generasi muda harus memiliki wawasan kebangsaan. Dengan begitu, kita bisa meningkatkan pertumbuhan negara dan menjaga persatuan,” pungkasnya. (***)

Exit mobile version