Abrar : Desa “Terindah di Dunia” Pariangan Bakal Jadi Kampung Literasi

Abrar : Desa “Terindah di Dunia” Pariangan Bakal Jadi Kampung Literasi

- in Headline, KABA NAGARI
1323
0

IBatusangkar, Bakaba–Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Datar Drs.Abrar memimpin rapat koordinasi Pencanangan Pariangan Kampung Literasi bersama Ketua Komunitas Pariangan Irwan M. Pd dan semua unsur yang termasuk kedalam Komunitas Pariangan Kampung Literasi di ruang eksekutif Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Datar, Selasa (5/9).

Dalam rapat yang berlangsung selama dua jam itu membahas rencana pencanangan kampung Terindah di dunia itu dari segi potensi wisata yang dapat menggali dan membangkitkan kembali semua dan seluruh potensi seni budaya dan peninggalan sejarah masa lalu serta tradisi masa lalu yang ada di nagari Pariangan.

Dalam keterangannya Drs. Abrar menyampaikan, Keberadaan Komunitas Pariangan sungguh sangat membantu percepatan terlaksananya pembentukan Pariangan Kampung Literasi, sehingga keberadaan Pariangan sebagai Kampung Terindah di dunia betul betul terlihat dari grafik pengunjung wisata dari dalam dan luar negeri.

“Jika suatu kawasan semakin tinggi artinya, para wisatawai tidak hanya satu kali datang ke Pariangan tapi berkali kali, tidak hanya sendiri tapi akan membawa rombongan bahkan mungkin akan tinggal di Pariangan selama liburan hari sabtu minggu dan hari libur lainnya,” kata Abrar menambahkan.

Menuju percepatan itu, Abrar selaku Kepala Dinas Pendidikan berjanji akan memfasilitasi seluruh kebutuhan yang nantinya akan dibutuhkan dilapangan sepanjang ada kejelasan program dan begerak dibawah payung panji kebesaran nama dan kualitas Komunitas Pariangan.

Komunitas ini diketuai oleh Irwan MP.d yang selain seorang dosen juga seorang penulis dan pencinta budaya adat di nagari Pariangan.
Lebih jauh dalam rapat koordinasi itu juga membahas rencana terbesar yang akan dilaksanakan adalah pengenalan seluruh apa yang ingin diketahui wisatan dalam dan luar negri sehubungan dengan seluruh potensi wisata, baik wisata pemandangan alam yang sangat indah, maupun wisata budaya masih ada dan berkembang sampai sekarang.

Meskipun kesemuanya itu pernah ada dan hilang ditengah kemajuan dunia moderen, namun wisata seni yang ada dan berkembang dari masa lalu hingga sekarang termasuk wisata kuliner dan wisata hal hal unik seperti Ratik Tagak dan Tarain yang mulai jarang dilakukan masyarakat moderen tetap akan kita gali dan kembangkan.

Semoga dengan terwujudnya Pariangan Kampung Literasi Baca dan Tulis yang berisikan tradisi seni dan budaya masyarakat setempat dapat terpelihara hingga nanti suatu saat kembali menjadi budaya yang tidak terlepas dari kesehari harian penduduk di nagari Periangan masa kini. (MIT)

print

Leave a Reply