Warga Lintau Tanah Datar Temukan Tengkorak Manusia Di Hutan

Warga Lintau Tanah Datar Temukan Tengkorak Manusia Di Hutan

- in Headline, News, TANAH DATAR
2735
0

TANAH DATAR, bakaba.net — Warga Galopuang Jorong Koto Gadang Nagari Pangian Kecamatan Lintau Buo Tanah Datar  dihebohkan penemuan tengkorak manusia tanpa identitas  di hutan,  Sabtu (21/11/2020) siang.

Tengkorak  yang sudah terpisah dari badan itu pertama kali ditemukan tiga orang warga yang sedang mencari tumbuhan dalam hutan karet itu.

Kapolsek Lintau Buo Iptu Surya Wahyudi menjawab bakaba.net Minggu malam menjelaskan tiga warga yang sedang mencari tumbuhan “Porang-Porang” dan mencium bau amis di kebun karet di kawasan Lokuok Dugo.

Kata Surya ketiga warga itu selanjutnya mencoba mencari sumber  bau amis dan menemukan mayat dengan kondisi Kepala sudah terpisah dari badan.

“Kondisi mayat saat ditemukan sebahagian badan tinggal kerangka memakai celana pendek jeans warna biru, diperkirakan mayat tersebut berjenis kelamin laki-laki,” kata Surya.

Dalam keterangan ketiga warga itu, pertamakali ditemukan  kaki yang bercelana pendek, sementara tengkorak ditemukan sekitar 100 meter dari kaki yang ditemukan sebelumnya.

Evakuasi terhadap jenazah itu sebut Surya Wahyudi dilakukan dalam hujan lebat, selanjutnya lansung dibawa ke Puskesmas Lintau Buo di Tigo Jangko.

“Saat mengevakuasi jenazah, dilokasi kejadian pekara ditemukan tali dari kain warna putih tergantung di Pohon di dalam kebun karet tersebut,”kata Surya Wahyudi.

Untuk mengungkap identitas mayat tanpa identitas itu,  petugas melakukan penyelidikan.

“Kita dapat informasi ada salah satu warga Jorong Sawahan Nagari Pangian yang bernama Risnawita (38 th) kehilangan suami,” katanya.

Risnawita baru mengenali mayat itu suaminya setelah melihat kunci kontak motor yang ditemukan dalam kantong celana mayat.

Penuturan Risnawita suaminya Igit Marlis (40) yang berprosesi sebagai pedagang padi ini meninggalkan rumah sekitar 15 hari sebelumnya.

Korban diduga bunuh diduga karena terlilit banyak Hutang.

keluarga korban sebut Surya Wahyudi menerima kejadian tersebut sebagai musibah selanjutnya pihak keluarga menanda tangani surat pernyataan menolak dilakukan autopsi.  (TIA)

print

Leave a Reply