Wabup Richi Aprian, Keputusan Kita Serahkan ke LPTQ Sumbar

Wabup Richi Aprian, Keputusan Kita Serahkan ke LPTQ Sumbar

- in Headline, News, TANAH DATAR
0

TANAH DATAR, bakaba.net –W akil Bupati Tanah Datar yang juga sebagai Ketua LPTQ Richi Aprian menghadiri rapat LPTQ Provinsi Sumbar di Komplek Masjid Raya Sumatera Barat di Padang, Rabu (29/09/2021)

Rapat tersebut diagendakan guna klarifikasi terkait dengan surat protes yang dilayangkan LPTQ Kota Padang, tentang alasan pihak LPTQ Kota Padang terhadap Prima Miftahul Jannati yang saat ini terdaftar sebagai kafilah Tanah Datar.

Prima Miftahul Jannati mengikuti cabang lomba tilawah remaja putri pada MTQ Nasional ke 39 tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun ini.

Ketua harian LPTQ Kota Padang Wardas Tanjung di dalam rapat yang dipimpin langsung ketua LPTQ Provinsi Sumatera Barat M. Ridho Nur, mengklaim mengajukanlah yang berhak mendaftarkan Prima sebagai kafilah dari kota Padang.

Karena Prima telah mengikuti lomba MTQ tingkat kecamatan dan terakhir juga telah mengikuti seleksi untuk MTQ Nasional tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun ini.

“Prima sudah mengikuti lomba MTQ kecamatan dan juara, lalu ikut seleksi. Namun saat kami untuk mengikuti Training Center (TC) Prima tidak pernah datang, terakhir saat pendaftaran kami ketahui dia malah ikut TC di Tanah Datar dan malah sudah terdaftar sebagai kafilah Kabupaten Tanah Datar, sementara dia kan aset kota Padang,” ujar Wardas.

Menanggapi apa yang disampaikan oleh Ketua LPTQ kota Padang, Ketua Harian II LPTQ Tanah Datar H. Afrizon menceritakan kronologis mengapa Prima Miftahul Jannati sampai bisa masuk dan mengikuti TC di Tanah Datar.

“Sekitar November tahun 2020  lalu, kami bertemu Ustadz Suhaimi yang juga orang tua Prima, pada waktu itu ia mengutarakan keinginan anaknya untuk bergabung dengan kafilah MTQ Kabupaten Tanah Datar. Mendengar itu tentu kami menyambut niat baiknya, apalagi kami tahu betul kalau kedua orang tua Prima berasal dari Kabupaten Tanah Datar,” ujar Afrizon.

Lebih lanjut dijelaskan Afrizon, singkat cerita Prima mengikuti seleksi di Tanah Datar dan keluar sebagai juara, selanjutnya Prima juga memenuhi panggilan TC penuh. Dan yang terakhir, beberapa hari yang lalu Prima juga telah menjahit baju untuk seragam kafilah walaupun sudah diberitahukan kalau kota Padang melayangkan surat protes terhadap dirinya yang saat ini terdaftar sebagai kafilah MTQ Tanah Datar.

“Semua bukti kami bawa hari ini, termasuk daftar hadir seleksi dan TC atas nama Prima Miftahul Jannati. Satu lagi, sampai saat ini aturan tentang peserta MTQ juga belum berubah. Asalkan peserta ber KTP di Sumatera Barat boleh diikutkan sebagai kafilah oleh seluruh Kabupaten/Kota yang ada. Artinya, Prima mau turun sebagai kafilah Kabupaten Tanah Datar atau kota Padang itu sah secara aturan,” tambah Afrizon.

Afrizon juga menambahkan, kalau pihak LPTQ Tanah Datar malah sudah pernah mengusulkan kalau kafilah yang akan diikutkan pada MTQ Nasional tingkat Provinsi Sumatera Barat harus ber KTP setempat, namun ada beberapa yang keberatan sehingga tidak bisa dilaksanakan.

“Satu lagi bukti keseriusan Prima untuk bergabung dengan kontingen Tanah Datar, syarat pendaftaran yang harus melampirkan dokumen asli seperti KK dan KTP diserahkan ke LPTQ Tanah Datar,” tukas Afrizon.

Sementara Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian, menanggapi persoalan ini dengan tegas akan menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada LPTQ Provinsi Sumatera Barat.

“Protes yang dilakukan oleh LPTQ kota Padang wajar, dan kita juga sudah dengar alasannya tadi. Namun keberadaan Prima sebagai kafilah MTQ Tanah Datar juga tidak menyalahi aturan, jadi sekarang keputusan kita serahkan kepada LPTQ Provinsi Sumatera Barat,” tegas Richi.

Sementara pihak LPTQ Provinsi Sumatera Barat melalui Sekretaris Umumnya Yusrizal, berjanji akan segera menyelesaikan persoalan ini dan secepatnya mengambil keputusan.

“Kita akan menguji materi dulu, dan yang jelas keputusan yang akan kami ambil tidak akan merugikan Provinsi Sumatera Barat secara umum. Setelah keputusan kami ambil, bagi Kabupaten Tanah Datar atau Kota Padang yang tidak diizinkan, maka kami akan membuka sistem dan memberikan kesempatan untuk peserta baru sebagai kafilah,” terangnya. (TIA)

print

Leave a Reply