Tiga Kali Terbakar, Benda Museum Istano Basa Pagaruyung Tinggal 15%

Tiga Kali Terbakar, Benda Museum Istano Basa Pagaruyung Tinggal 15%

- in BUDAYA, Headline, OPINI
0

Oleh: Destia Sastra

Dalam catatan sejarah, Museum istana Basa Pagaruyung tiga kali mengalami kebakaran. Istana dimasa Kerajaan Pagaruyung yang dibangun pada abad ke 17 itu merupakan tempat kediaman keluarga raja yang dibangun di Bukit Batu Patah tepatnya dibelakang bangunan Istano Basa Pagaruyung saat ini.

Tahun 1804 istano Basa Pagaruyung dibakar kaum Padri yang memerangi kaum bangsawan dan kaum adat dalam gerakan pemurnian agama yang dipelopori tiga orang haji, meski sebenarnya dalam penelusuran sejarah ada ikut campur Pemerintahan Hindia Belanda yang ingin menguasai kerajaan Pagaruyung.

Pada tahun 1930, bangunan istana kembali dibangun tetapi pada tahun 1966 kembali mengalami kebakaran, tahun 1968 istano kembali dibangun, tidak jauh dari tapak bangunan lama, atau lokasi saat ini.

Harun Zain, Gubernur Sumatera Barat saat ini menginisiasi kembali membangun reflika museum Istano Basa Pagaruyung dengan peletakan Tunggak Tuo atau Tiang Utama tanggal 27 Desember 1976.

Tetapi kebakaran hebat yang meluluh lantakan Museum Basa Pagaruyung kembali terjadi 27 Februari 2007 akibat puncak istano disambar petir.

Dalam kebakaran-kebakaran tersebut, benda-benda berharga milik museum yang tidak bisa diselamatan seperti sebagian dokumen, kain-kain hiasan serta benda koleksi museum lainnya.

Diperkirakan koleksi barang berharga yang selamat hanya sekitar 15 persen dan saat ini benda koleksi itu masih berada di Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat, sementara harta pusaka kerajaan Pagaruyung disimpan di Istano Silinduang Bulan sekitar dua kilometer dari istano basa.

Balai Pelestarian Cagar Budaya melakukan konservasi terhadap benda-benda koleksi museum Istano Basa Pagaruyung, agar benda yang selamat dari kebakaran itu dapat dimanfaatkan kembali.

Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar terdapat 93 benda koleksi museum Istano Basa Pagaruyung yang dikonservasi oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat.

Benda koleksi museum  istano Basa Pagaruyung itu berasal dari Kolonial, Eropa Kolonial, Jepang, klasik, tradisional bahkan ada beberapa benda yang tidak diketahui periodenya.

Benda koleksi periode Kolonial, Kolonial Eropa serta Jepang umumnya wadah makanan, tempat penyimpanan air, hiasan, senjata, hiasan meriam.

Wadah makan dan hiasan pada periode itu umumnya berbahan keramik -stoneware keramik porcelain sedangkan senjata dan hiasan senjata berbahan logam.

Artefak yang juga selamat dari kebakaran itu 10 buah keris, tiga pisau, tongkat pedang, tongkat berbahan tanduk, talempong, Gong keci dengan berbagai ukuran, belanga, vas bunga jambangan, teko, wadah tertutup, carano, tempat sirih dan tempat kapur sirih, stempel.

Selanjutnya ada wadah gambir, wadah penyusun daun sirih, guci, mangkuk, piring, bot whiakies, tutup mangkok, pedang, fragmen lampu gantung dan framen lentera, talempong, framen gagang pintu, penusuk merian,  laras senapan, lukisan Sultan Alam Bagagar Syah, Cibuak, Tempayan, tempayan tempat nasi.

Benda museum Istano Basa Pagaruyung yang sudah dikonservasi itu dalam waktu dekat kembali akan disimpan di museum, agar dapat dimanfaatkan sebagai pendidikan, penelitian maupun wisata. (***)

 

Kesimpulan,

Istana Basa Pagaruyung  yang dibangun abad ke 17 terbakar tahun 1804, dibangun kembali tahun 1930 dan tahun 1966 kembali mengalami kebakaran.

Bangunan museum yang berdiri saat ini merupakan reflika Istano Basa Pagaruyung yang dibangun tahun 1976, tapi kembali terbakar pada tahun Februari 2007.

Kolesi museum yang berhasil selamat dalam musibah kebakaran itu hanya sekitar 15 persen dan saat ini dalam perawatan Balai Pelestarian Cagar Budaya.

Ada sekitar 93 benda museum yang dikonservasi Balai Pelestarian Cagar Budaya berbagai jenis yaitu alat musik, peralatan dapur, wadah, atribut meriam, senjata, timbangan, alat musik, tongkat, lukisan.

Referensi: 

  1. Rusli Amran, Sumatera Plakat Panjang.
  2. Rusli Amran, Pemberontakan Pajaj 1908, bagian ke 1 Perang Kamang.
  3. Sejarah Minangkabau tahun 1970
  4. Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar.
print

Leave a Reply