Terserang Virus Mers Cov, Satu Warga Pasbar Dikabarkan Meninggal

Terserang Virus Mers Cov, Satu Warga Pasbar Dikabarkan Meninggal

- in Headline, News, Pasaman
895
0

PASBAR, bakaba.net – Terserang virus Mers Cov Sukri (55) warga Kinali, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) dikabarkan meninggal dunia.

Sukri diduga tertular Middle East Rewpiratory Syindrome Coronavirus (Mers Cov) usai sepulang melaksanakan umroh.

“Sebelum meninggal Sukri sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jambak Pasbar. Tetapi pada Jum’at (07/02) warga Kinali itu  meninggal dunia,” kata Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Jon Hardi menjawab, Rabu (12/02).

Ia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, korban diduga meninggal akibat penyakit virus Mers Cov yang sudah dideritanya sejak melaksanakan umroh di Mekkah. “Sukri sempat dirawat di Arab, setelah tiba pada Kamis (6/2), kemudian pagi dirawat pada Jumat (7/2) di RSUD Jambak,” jelasnya.

Dalam perawatan di RSUD Jon Hardi menyebutkan, cairan ditenggorokan pasien pernah diambil bahkan mendatangkan alat dari Provinsinya.

“Kita terkendala, karena Alat Pelindung Diri (APD) khusus untuk mengambil cairan, maka didatangkan dari Provinsi Sumbar,” ungkapnya.

Tetapi saat alat tersebut mau dikirim, pasien pada Jumat (7/2) siang sudah meninggal dunia,” sambungnya.

Jon Hardi memastikan, pasien mengidap virus Mers Cov bukan virus corona. Berdasarkan riwayat perjalanan pasien, ia pulang dari Arab melaksanakan umrah bukan dari Cina.

“Untuk diketahui, penyebaran virus Mers Cov ini melalui unta dan pada umumnya virus ini ada di negara-negara Timur Tengah,” katanya.

Untuk itu, saat ini pihaknya telah melakukan antisipasi penyebaran virus.

“Kita, telah menemui dan memeriksa 12 orang lagi yang sama-sama melaksanakan umroh bersama korban, hasil pemeriksaan tidak ada gejala mengidap penyakit Mers Cov.

“Meski tidak ada, selama 14 hari akan terus kita pantau dan diberikan pemeriksaan kesehatan, kita khawatir ada yang membawa virus Mers Cov ini,” imbuhnya.

Untuk diketahui, virus Mers Cov merupakan virus yang penularannya melalui unta di negara Timur Tengah, virus ini sangat mudah menular ke manusia lainnya. Gejala pasien yang mengidap, diantaranya demam tinggi, batuk, sesak nafas dan pilek. (Jupri Adi Pasaribu)

print

Leave a Reply