Terkait Kapal Karam Di Air Bangis, Dishub Sebut 400 Kapal Nelayan Belum Kantongi Izin Kapal Penumpang

Terkait Kapal Karam Di Air Bangis, Dishub Sebut 400 Kapal Nelayan Belum Kantongi Izin Kapal Penumpang

- in Headline, News, Pasaman
518
0

Pasaman Barat,  bakaba.net – Terkait  tragedi karamnya kapal nelayan Nindi GT, Kadis Perhubungan Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) pastikan kapal nelayan di Pasaman tidak satupun layak digunakan untuk kapal pengangkut orang.

“400 lebih kapal nelayan belum ada satupun yang memiliki izin sebagai kapal penumpang”, ujarnya Kepala Dinas Perhubungan Pasaman Barat, Edison Zalmi di Simpang Empat, Senin (02/09)

Berbicara mengenai izin kapal untuk mengangkut orang Edison sebut Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Teluk Bayur yang punya wewenang untuk mengeluarkan izin.  Tetapi lanjutnya saat ini belum ada kapal nelayan yang memiliki izin penggunaan ya untuk pengangkut orang atau penumpang.

Untuk menertipkan aktifitas kapal nelayan yang beralih fungsi mengangkut orang maka pihaknya bersama Dinas Perikanan segera berkoordinasi dengan KSOP terkait persoalan kapal ini.

Hal ini sebutnya untuk mengantisipasi  nelayan menggunakan kapal untuk mengangkut orang, apalagi melebihi kapasitas sebenarnya.

Pada kesempatan itu Edison juga menyingung tragedi kapal Nindi yang karam dihantam gelombang sedang membawa penumpang di Air Bangis. Diduga melebihi kapasitas dan beruntung sekitar 27 orang penumpang selamat.

Berbicara mengenai tragedi itu Perhubungan setempat segera melakukan koordinasi dengan KSOP sebelum ada korban pada penumpang.

Edison menyebut kapal jenis GT atau tonase kotor tentu berbeda dengan kapal NT atau tonase bersih.

“Penentuan masalah jenis kapal GT atau NT adalah dari KSOP. Tentu kita akan segera berkoordinasi dengan KSOP agar nantinya kapal nelayan tidak disalahgunakan, apalagi jika ada kecelakaan laut,” sebutnya.

Kadis Perhubungan mengimbau nelayan tidak menggunakan kapal untuk mencari ikan yang pengunaanya dialih fungsikan untuk kapal penumpang. Pasalnya jika terjadi kecelakaan bisa menjadi masalah.

Tetapi bila memang digunakan untuk penumpang, hendaknya melebihi kapasitas yang ada. Apalagi saat ini cuaca kurang bersahabat.

Sebelumnya, kapal nelayan jenis jaring udang KM Nindi GT 4 yang membawa rombongan Pramuka SMA Darul Hikmah Simpang Empat karam diterjang gelombang.  Pada saat tragedi 27 orang penumpang tiga diantaranya anak-anak sempat terapung-apung di perairan antara Air Bangis dan Pulau Panjang.

Beruntung seluruh penumpang selamat meski sempat mengapung sekitar satu jam di dekat kapal itu dan selanjutnya dua kapal penumpang yang sedang menuju pulau panjang membantu mengevakuasi seluruh penumpang. (FNP)

 

print

Leave a Reply