Stok Tidak Ada, Harga Bawang Putih Meroket

Stok Tidak Ada, Harga Bawang Putih Meroket

- in Headline, News, SUMBAR
678
0

Padang l, bakaba.net – Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, kamis pagi 7 Februari 2020 mengunjungi kawasan pasar raya Padang untuk memantau kondisi harga-harga kebutuhan pokok menyusul, adanya informasi kenaikan harga Bawang Putih dari harga semula Rp 28 ribu menjadi Rp 50 ribu.

“Kita kan dapat informasi dari masyarakat bahwa terjadi kenaikan harga sembako, khusunya bawang putih. Dan kita cek, ternyata benar. Yang selama ini harga rata-rata Rp 28 ribu, hari ini harga sudah Rp 50 ribu eceran. Dan para distributor pun sekarang melepas ke pasar dengan harga Rp 48 ribu,”kata Nasrul Abit, Jumat 7 Februari 2020.

Menurut Nasrul Abit, kenaikan harga yang cukup signifikan itu, dipicu oleh faktor kurangnya stok bawang putih saat ini. Karena Sumatera Barat hingga kini masih tergantung dengan pasokan dari luar (impor). Karena, produksi bawang putih lokal sangat sedikit.

“Bawang putih lokal, sekarang produksi kita menurun. Ini, barangkali kedepan perlu kita bicarakan lagi. Produksi lokal kita harus ditingkatkan. Harus kita bangun produksi daerah ini. Sehingga, kita tidak pengaruh dengan impor,”ujar Nasrul Abit.

Dijelaskan mantan Bupati Pesisir Selatan itu, bicara soal peningkatan produksi bawang putih lokal, tentu juga bicara soal ketersediaan lahan, terutama lahan yang cocok untuk ditanami bawang putih yang memiliki nama ilmiah Allium sativum.

Nasrul Abit menyebutkan, Alahan Panjang dengqn ketinggiannya kurang lebih 1400 mdpl, sangat cocok ditanami bawang putih, hal ini dapat mengatasi kelangkaan bawang putih.

Selama ini  Sumbar tergantung bawang putih impor. Begitu impornya tidak ada, kiriman dari Jakarta tidak ada atau,  Medan atau Pekanbaru, maka kita kekurangan stok. Hal ini memicu kenaikan harga bawang putih.

Nasrul Abit menegaskan, meski pasokan bawang putih yang beredar di Sumatera Barat merupakan produk impor, namun dipastikan aman dari penyakit.

Terutama virus corona yang saat ini memang menjadi perhatian Dunia. Bawang putih yang beredar di Sumbar kata Nasrul, berasal dari Negara-Negara yang aman. Seperti, India, Thailand, Vietnam dan Burma.

“Untuk pasokan bawang putih dari Negara lain, tentu dari Negara yang aman. Pemerintah pusat sudah tahu bahwa kalau pasokan dari China tidak bisa, ya kita yang dari Vietnam atau Thailand untuk menambah pasokan. Kewewenang impor ini, ada di Pemerintah pusat. Kita hanya terima pasokan. Sekarang kita tidak punya stok. Kedepan barangkali ada. Soal kebutuhan perbulan akan bawang putih, nanti kita cek dulu ke statistik,”tambah Nasrul Abit. (RONAL)

print

Leave a Reply