Sesandingon Orang Rimba Dan Isolasi Wuhan Cina

Sesandingon Orang Rimba Dan Isolasi Wuhan Cina

- in Feature, Headline, NASIONAL
363
0

Foto By Heriyadi

Haru lihat vidoe perawat di RS Wu Han yang diantar makanan oleh anaknya. Otoritas Cina mewajibkan petugas RS untuk tidak meninggalkan tempat tugas mereka yang merawat pasien-pasien corona.

Terlihat dalam video sang anak dari jauh melambaikan tangan pada ibunya, sang ibu dari jauh dengan segala kerinduan diwajahnya membalas lambaian tangan si anak.

Lalu anak yang mengantarkan makanan untuk ibunya yang sudah diisolasi otoritas Cina maju meletakkan bekal yang di bawa dari rumah persisi di tengah jarak ia dan ibunya.

Selanjutnya sang anak itu mundur perlahan, setelah anaknya mundur, barulah sang ibu maju dan mengambil bekal yang diletakkan anaknya. Cara ini dilakukan tentu untuk mengurasi penyebaran virus penyakit menular tersebut.

Di kalangan Orang Rimba, kisah seperti ini sudah di praktekkan sejak nenek moyang. Untuk mencegah penularan penyakit antara si sakit dan anggota kelompok yang lain di buat pemisahan.

Dalam istilah rimba metode ini disebut Sesandingon dan Cenenggo. Sesandingon membatasi diri dengan yang sakit dan Cenenggo adalah kondisi di sakit yang dipisahkan. Selama proses sesandingon ini, si sakit juga diantarkan makanan oleh keluarganya.

Caranya persis seperti yang dilakukan gadis cilik di Wuhan yang memberikan bekal untuk ibunya.

Bagi Orang Rimba penyakit lebih banyak diartikan sebagai bentuk kutukan dan berasal dari dari daerah hilir yang berasal jauh dari rimba. Dengan pemahaman ini, dulunya Orang Rimba juga bersesandingon ketika ada orang luar yang ingin datang ke kelompok orang rimba.

Bisanya dilihat dulu 2-3 hari kalau memang tidak sakit barulah bisa diterima oleh kelompok tersebut. (KKI Warsi)

print

Leave a Reply