Serangan Mendadak, Warga Minang Di Papua Bunyikan Lonceng

Serangan Mendadak, Warga Minang Di Papua Bunyikan Lonceng

- in Headline, News, SUMBAR
1134
0

Padang, bakaba.net – Warga Sumatera Barat yang berada di Wamena, ternyata memiliki cara sendiri untuk mengamankan diri dari serangan. Mereka, menggunakan lonceng sebagai penanda apabila terjadinya serangan secara mendadak.

“Saat ini mereka berjaga-jaga. Kalau ada serangan, mereka membunyikan lonceng. Kalau lonceng itu berbunyi, semua masyarakat yang laki-laki turun semua. Jadi mereka semua menghadang jika ada serangan dari luar. Itu informasi yang kita terima,”kata Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, Kamis 26 September 2019.

Saat ini kata Nasrul Abit, terdapat sekitar 400 warga Sumatera Barat yang minta dipulangkan ke kampung halaman, menyusul kondisi yang masih belum kondusif. Mereka, mengungsi dibeberapa titik seperti di Kodim dan Polres setempat.

Menurut Nasrul Abit, untuk memulangkan seluruh warga Sumbar yang ada di Wamena itu, bukanlah perkara mudah. Selain kondisi yang belum kondusif, biaya kepulangan mereka juga terbilang cukup besar. Namun demikian, Pemerintah Provinsi dan Pemkab Pesisir Selatan, tengah berupaya keras mencari jalan agar mereka yang ingin pulang, dapat difasilitasi.

“Sampai hari ini, mereka yang sudah mendaftar di Kodim itu sebanyak 400 orang. Mereka ingin pulang. Nah ini tentu tidak mudah bagi kita. Kita perlu komunikasi dulu, nanti saya lapor ke Gubernur, kita rapat dulu, dan juga koordinasikan dengan pemerintah Pesisir Selatan. Yang jelas, nanti kita ambil langkah-langkah untuk memulangkan mereka, jika mereka memang tidak aman disana,”ujar Nasrul Abit.

Nasrul Abit menghimbau kepada masyarakat Sumatera Barat yang masih berada di wamena, untuk tetap waspada dan mencari tempat-tempat yang lebih aman. Pemerintah Provinsi kata Nasrul, sampai saat ini masih terus berkomunikasi dengan pihak terkait untuk mengetahui situasi terbaru dan mencari jalan agar mereka yang ingin pulang dapat difasilitasi.

“Kita himbau agar tetap waspada. Cari tempat yang lebih aman. Kita terus berkomunikasi dengan pihak terkait. Kita cari solusi agar mereka dapat dipulangkan,”tutup Nasrul Abit. (TIA)

print

Leave a Reply