Revitalisasi kearifan lokal pemuda Minang dihari Sumpah Pemuda

Revitalisasi kearifan lokal pemuda Minang dihari Sumpah Pemuda

- in Headline, OPINI
768
0

 Oleh: Ramzil Huda Zarista (RHZ)

Mengingat kembali sejarah berdirinya bangsa Indonesia tidak terlepas dari para pemuda. Pemuda merupakan pondasi kuat suatu bangsa, dan harapan dalam mewujudkan perubahan, cita-cita dan persatuan Indonesia.

Kemajuan suatu bangsa tergantung dari kesiapan dan kematangan pemuda dalam menghadapi tantangan global di era VUCA dewasa ini.

Dalam memori sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia, banyak sekali kita temukan pemuda-pemuda yang telah memberikan warna bagi bangsa indonesia. Pemuda-pemuda ini mejadi icon dengan karakteristik yang berbeda-beda, tak dapat dipungkiri lagi bagaimana pemuda pendiri bangsa memiliki kekuatan pikiran, ketajaman akal dan kelembutan hati.

Banyak tokoh pemuda pendiri bangsa yang sukses memberikan kontribusi buat kemajuan dan membangun peradaban indonesia dikancah dunia.

Pemuda merupakan pilar kuat bangsa hadir dengan semangat yang menggelora dengan keseriusan untuk menpersatukan dan memberikan kontribusi lebih terhadap Indonesia.

Peristiwa sejarah tentang semangat pemuda diploklamirkan dengan nama SUMPAH PEMUDA pada tanggal 28 Oktober 1928. Momentum 28 Oktober 2020 ini sangat tepat sebagai refleksi dan revitalisasi peran pemuda untuk kemajuan bangsa dewasa ini.

Selain semangat nasionalisme dan patriotisme, sumpah pemuda mengingkan kita akan kontribusi pemuda terhadap kemerdekaan indonesia. Kecintaan pemuda terhadap tanah air, bangsa dan bahasa diawal kemerdekaan tidak diragukan lagi.

Bung Hatta, Sultan Sahrir, M.Yamin, Tan Malaka, HAMKA, dsb adalah sederet nama besar pemuda minang yang hingga hari ini masih terukir indah dalam memori lembaran sejarah berdirinya bangsa, menjadi topik pembicaraan dari generasi ke generasi, serta menjadi sumber inspirasi bagi banyak pemuda diseluruh belahan Indonesia dan bahkan Dunia.

Nama dan karya mereka masih tersimpan baik dalam memori pendirian bangsa dan tidak akan hilang di telan zaman dan tidak tergerus oleh waktu. Pemuda minang pelopor bangsa mereka lahir dari rahim kearifan lokal, kemuliaan akhlak dan adat istiadat dan proses perjuangan yang panjang.

Pemuda minang berperan kuat terhadap pikiran dan ide pendirian bangsa yang tidak terbantahkan lagi. Pemuda minang diawal kemerdekaan hadir dengan semangat perubahan, Tan Malaka, Sultan Sahrir dan pemuda minang lainnya yang ikut terlibat dalam kemerdekaan bangsa ini.

Dewasa ini, kekuatan pikiran pemuda minang mulai terkikis oleh generasi yang kurang memaknai pikiran pendiri bangsa dan kearifan lokal adat minang kabau. Disaat kita bicara tentang sumpah pemuda.

Hal pertama yang terlihat adalah mayoritas generasi penerus estafet bangsa dan agama, dan adat Minangkabau terperosok dalam lumpur budaya barat yang menyesatkan, terlena oleh berbagai tradisi yang bertentangan dengan adat dan ajaran Islam, pikirannya hanyut dalam khayalan yang tak beralasan, sehingga generasi minang menjadi lemah daya fikir, ketajaman akal yang berkurang dan hilangnya budi pekerti dan sopan santun.

Pemuda minang diharapkan kembali merevitalisaikan kearifan lokal adat Minangkabau tentang definisi intelektual. Supaya ketajaman pikiran pemuda minang pendiri bangsa kembali hidup di ranah minang.

Kita kembali memaknai peran seorang niniak mamak, alim ulama, dan cadiak pandai yang ada dalam minang kabau sebagai sarana untuk pemuda minang mengenal adat, kearifan lokal di minang kabau, sehingga pemuda minang kembali menggunakan sifat nan ampek, kato mandaki, kato malereng, kato mandata, dan kato manurun.

Semoga akan lahir kembali pemuda minang yang kuat pikiran, akal yang tajam dan inspiratif yang akan memberikan krontibusi besar bagi kemajuan peradaban, sehingga lahirlah Bung Hatta, Sultan Sahrir dan HAMKA baru dari Minangkabau yang berfikir kuat dengan karya, berbuat sebelum orang lain melakukannya, mereka yang pandangannya jauh ke depan, dan mereka adalah orang–orang yang telah memberikan dedikasi dan karya-karya besar bagi kemaslahatan umat manusia. (***)

print

Leave a Reply