Pertama Di Sumbar, Operasi Pengendali Bersama Libatkan Stakeholder

Pertama Di Sumbar, Operasi Pengendali Bersama Libatkan Stakeholder

- in Headline, News, PADANG PANJANG
0

PADANG PANJANG, bakaba.net –– Pertama di Sumatera Barat, Rumah Tahanan Kelas II B Padang Panjang (Rupajang) libatkan stakeholder gelar kegiatan operasi pengendalian bersama perang terhadap Halinar (Handphone, Pungli dan Narkoba).

Kegiatan operasi bersama ini melibatkan stakeholder di Kota Padang Panjang untuk mengantisipasi benda terlarang masuk ke Rutan.

Kepala Rupajang, Rudi Kristiawan, A.Md. IP, SH, MM menjelaskan, kegiatan operasi pengendalian bersama dan deklarasi Perang Halinar itu untuk menindaklanjuti surat Direktur Jenderal Pemasyarakatan Hak Asasi Manusia Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) tentang langkah progresif penertiban jaringan listrik, handphone dan peningkatan kewaspadaan keamanan dan ketertiban di dalam rutan.

“Kegiatan ini diadakan juga imbas dari musibah kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang beberapa waktu lalu. Serta peningkatan sinergitas antara Kemenkum HAM dengan jajaran TNI, Polri, serta seluruh stakeholder terkait, guna menciptakan kondisi kamtibmas di lingkungan Rupajang secara khusus,” jelasnya.

Dikatakan Rudi, kegiatan operasi pengendalian bersama dan deklarasi Perang Halinar di Rupajang ini untuk mewujudkan Rutan Padang Panjang zero handphone, zero pungli, dan zero penggunaan narkoba.

Ia mengatakan, ide melibatkan stakeholder itu dicetuskan Kapolres Padang Panjang, AKBP. Novianto Taryono, SH, SIK, MH dan hal itu pertama kalinya di Sumatera Barat.

Dalam penggeledahan kamar-kamar warga binaan pemasyarakatan (WBP), diterjunkan sejumlah personil Polres, anggota Koramil, petugas kesehatan, petugas Damkar, petugas BPBD, petugas Dinas Sosial dan dari instansi lainnya. Hasilnya, ditemukan dan disita sejumlah barang seperti korek api, sendok makan, paku, balok kayu, dan kaleng rokok.

“Dalam penggeledahan tidak ditemukan handphone dan narkoba,” kata Rudi.

Kegiatan razia itu sendiri untuk melihat kepatuhan WBP terhadap benda terlarang yang dilarang masuk Rutan. Kegiatan ini rutin dilakukan dua kali dalam satu bulan dengan hasil nilil benda terlarang, yaitu HP, Pungli dan Narkoba.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPRD, Mardiansyah, A.Md, Dandim 0307/TD diwakili Danramil 01/PP, komandan Sat Brimobda Sumbar B Padang Panjang, kajari, ketua PN, kepala OPD dan undangan lainnya. (TIA)

print

Leave a Reply