Perempuan Dalam Pasungan Itu Menatapku Tajam Seperti Mau Melumat Tubuh Mungilku

Perempuan Dalam Pasungan Itu Menatapku Tajam Seperti Mau Melumat Tubuh Mungilku

- in Headline, News, TANAH DATAR
770
0

Batusangkar,  bakaba – Syariah warga Jorong Bayua Nagari Tanjung Alam Kecamatan Tanjung Alam Tanah Datar dengan berat hati terpaksa harus memasung anak perempuannya. Meski itu sangat menyakitkan baginya,  tetapi dia tidak punya pilihan lain.

Elni anak perempuannya yang berusia empat puluh lima tahun itu sejak mengalami gangguan jiwa sering mengamuk dan memukulnya,  sementara dirinya yang sudah menua tentu tidak memiliki tenaga untuk bertahan dari amuk sang anak terkasih.
Syariah menuturkan sebelumnya anaknya tidak dipasung,  tetapi karena sudah sering mengamuk akhirnya diputuskan untuk memasungnya saja, agar tidak membahayakan dirinya ataupun orang lain.
Kepada Kapolres Tanah Datar AKBP Bayuaji Yudha Prajas dan rombongan yang sedang melakukan kegiatan Jum’at Sedekah bulan Ramadhan Jilid II ibu itu menceritakan bahwa dirinya sudah tak kuat bila anaknya mengamuk dan memukuli dirinya.
Ibu yang sudah beranjak tua itu tidak punya uang untuk melakukan rawat inap anaknya di Rumah Sakit Jiwa yang tentunya membutuhkan dana yang cukup besar.
Syariah dan anaknya menempati dua bangunan yang tidak layak disebut rumah, bangunan itu terdapat ditenggah-tenggah kebun hanya berdindingkan anyaman bambu atau yang lebih dikenal dengan tadia, dalam bangunan terdapat tikar dan beberapa peralatan tidur dan hanya ada satu daun jendela kecil agar cahaya dapat menerangi rumah itu, sementara didepan tempat tinggal Syariah itu terdapat kayu-kayu yang disusun tidak beraturan, mungkin kayu itu untuk keperluan memasak dua beranak tersebut.
Sementara satu bangunan lagi yang digunakan untuk memasung Elni juga tidaklah lebih baik, dinding bangunan sudah mengunakan papan,  tetapi banyak potongan papan dan kayu yang sudah copot sehingga ibu syariah terpaksa menampalnya dengan mengunakan terpal plastik yang sudah tua,  sementara sisi-sisi lainnya masih menyisakan lubang-lubang yang mengangga.
Tepat ditenggah bangunan yang ada tikarnya terdapat sebuah rantai yang digunakan untuk mengikat kaki sebelah kanan Elni. Rantai itu seperti sengaja dipasang di tenggah-tenggah bangunan agar Elni bisa leluasa bergerak ketika dia mengalami kejenuhan.
Bisa dibayangkan bagaimana tidur dan tinggal dalam bangunan ketika malam, angin malam nan dingin itu menembus masuk tentu penghuninya akan mengigil kedinginanan. Berlahan aku menarik nafas dan melepas berlahan, agar sesak didada ini berkurang.  Ternyata masih ada warga di daerahku yang makmur ini terpaksa di pasung,  padahal kata pemerintah sudah banyak program untuk fakir miskin baik itu biaya hidup maupun biaya berobat,  lalu program-program itu nyasar kemana sehingga banyak Syariah-Syariah lain yang tidak mendapatkannya.
Sekali lagi aku melihat Elni, melihat bola matanya yang menatapku dengan tajam,  seolah akan melumat dan meremukan tubuh mungilku, mungkin tatapan itu gambaran dari derita batin Elni yang tidak terucap,  tentang sakitnya di pasung,  tentang keinginan-keinginannya yang belum sempat diketahui orang.
Perlahan matamu memandang kaki Elni yang dirantai,  kaki itu terlihat sedikit mengecil karena sudah lama dipasung dan jarang bergerak. Aku sudah tidak kuat dan beranjak pergi.
Kapolres Bayuaji Yudha Prajas didampingi Kapolsek Tanjung Baru sebut berdasarkan informasi warga setempat Elni sudah mengalami gangguan jiwa sejak tahun 1991 atau ketika Elni baru saja tamat SLTA.
Pihak keluarga sudah berusaha maksimal mengobati Elni yang ketika itu masih gadis remaja,  ibarat bunga sedang mekar-mekarnya. Tetapi pengobatan ke para normal maupun rumah sakit jiwa belum membuahkan hasil,  sementara pihak keluarga itu sudah berulang kali mengobati ke paranormal maupu RSUJ.
Akhirnya sejak lima tahun yang lalu kelurga memutuskan memasung Elni karena sudah sering mengamuk dan memukul ibu yang melahirkannya itu. Bahkan ketika dia mengamuk, Elni juga sering melakukan penganiayaan dan pengrusakan,  hal ini tentu membahayakan Elni maupun orang lain. Meski sudah dipasung dalam keterbatasan hidup,  ibu Syariah tetap membawa anaknya berobat sekali dalam sebulan.
Untuk memberikan pengobatan yang layak dan hidup lebih baik bagi Syariah dan Elni, Kapolres Bayu lansung melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial setempat, kabarnya dalam waktu dekat Dinas yang juga mengurus fakir miskin,  lansia dan warga terlantar itu akan melihat secara lansung kondisi ibu dan anak itu.  (TIA)

print

Leave a Reply