Pasca Kebakaran Pasar Koto Baru, Kerugian Mencapai Rp.1,5 Miliyar

Pasca Kebakaran Pasar Koto Baru, Kerugian Mencapai Rp.1,5 Miliyar

- in Headline, HUKRIM, KABA NAGARI
1014
0

Batusangkar, Bakaba–Pasca terbakarnya Pasar Tradisional Koto Baru Kecamatan X Koto, Senin (31/7) kerugian diperkirakan hampir Rp. 1,5 Milyar, setelah api mengahunguskan 17 unit Ruko (Rumah Toko) semi permanen dan 2 unit rumah.

Kepala Dinas Satuan Polisi PP dan Damkar Kabupaten Tanah Datar Ir. Nuryeddisman dalam keterangannya kepada bakaba.net DI Batusangkar Senin (31/7) mengatakan, banyaknya kerugian akibat kebakaran ini dikarenakan upaya pemadaman mengalami proses cukup rumit.

“Lokasi berada di jalan lintas Padang – Bukittinggi dengan arus lalu-lintas cukup padat, sehingga agak menyulitkan mobil Damkar dalam upaya pemadaman,” kata Nuryeddisman menambahkan.

Kebakaran besar ini berasal dari keboocoran tabung gas elpiji 3 kg yang dipakai oleh Anto (32) pemilik Warung Bakso Sahabat. Kebocoran tersebut memicu ledakan kompor gas yang menyebabkan kebakaran pada dapur warung.

Apipun cepat merambat ke bangunan-bangunan lainnya yang merupakan bangunan semi permanen. Sedangkan Anto yang pada saat itu terkena luka bakar hampir 40 % pada kondisi wajah, lengan dan telah dirawat di RS Yarsi Padang Panjang.

Ir. Nuryeddisman menghimbau kepada seluruh masyarakat pada kondisi cuaca musim panas ini agar berhati-hati dengan benda yang bisa memicu kebakaran, seperti puntung rokok, obat nyamuk, membakar sampah yang tidak diawasi dan saat memasak menggunakan minyak tanah atau gas LPG.

Bila saat memasak, terjadi kebocoran dengan menggunakan gas LPG diminta jangan panik, segeralah memutuskan regulator yang ada pada tabung gas serta sentantiasa menyediakan alat pemadam api atau benda lainnya yang bisa memadamkan api saat kebakaran.

Sementara itu, Sektetaris BPBD Tanah Datar Drs. Revoldesman, untuk musim panas ini, titik api dalam pantauan satelit di wilayah Kabupaten Tanah Datar Alhamdulillah masih nihil. Masyarakat dihimbau untuk tidak membakar sampah sembarangan.

“Apalagi dalam hal membuka dan membersihkan lahan pertanian. Setidaknya kejadian ini merupakan pelajaran bagi kita bersama,” kat . ( Kamba/WD).

print

Leave a Reply