Panitia UCI TdS 2018 Di Pagaruyung Sebut Randang Lamak Bana

Panitia UCI TdS 2018 Di Pagaruyung Sebut Randang Lamak Bana

- in BUDAYA, Headline, TANAH DATAR
354
0

Batusangkar, bakaba – Etape 3 TdS 2018 Para pembalap sepeda yang berlaga di ajang balap sepeda Tour de Singkarak dijamu di Istano Basa Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, Selasa (6/11). Para pembalap disambut dengan tradisi jamuan Makan Bajamba. Meski tidak dapat menikmati gurih dan pedasnya masakan Minang tetapi para Pembalap terlihat lahap menyantap hidangan yang disuguhkan.

Tetapi panitia yang berasal dari induk organisasi dunia the Union Cycliste Internationale (UCI) pada saat makan bajambah justru dapat menikmati maknyusnya Rendang yang termasuk makanan terenak didunia.

Terlihat panitia UCI itu begitu nikmat makan dengan teman lauk rendang, bahkan dia samasekali tidak menyentuh ayam bertepung yang juga ada dijambahnya. Serta disela2 suapnya, dia mengatakan rendang lamak bana.

“Rendang lamak bana”, ujarnya dengan logat bule.

Tetapi khusus untuk pembalap menunya harus menyesuaikan dengan diet yang sudah ditetapkan meski sebenarnya mereka juga ingin menikmati makanan bersantan dan berkuah kental yang biasa disebut dengan gulai , atau pedasnya sambal dari ranah Minang tersebut.

Para pembalap, ofisial dan panitia penyelenggara duduk lesehan dalam beberapa baris beralaskan karpet untuk menyantap hidangan makanan yang disajikan.

Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi sebut makan bajambah merupakan tradisi di Minangkabau. Dalam makan bajambah, setiap jambah dapat disantap oleh 5 orang dengan menu khas minang, seperti rendang, gulai, sambal dan kerupuk.

Tetapi karena pembalap mengikuti diet ketat menu asli ranah minang itu tidak disuguhkan kepada para pembalap, para pembalap TdS harus mengikuti pola makan yang sudag ditetap, seperti ayam goreng tepung dan kentang goreng.

“Jamuan ini bagi kami untuk menghormati para tamu yang terhormat. Istilahnya Makan Bajamba,” kata Bupati Tanah Datar Irdinasyah Tarmizi.

Para pembalap etape 3 tahun 2018 telah balapan etape III Tour de Singkarak, sekitar 100 pembalap mengenakan sarung tenun khas Sumatra Barat sebelum memasuki Istano Basa Pagaruyung untuk mengikuti jamuan Makan Bajamba. (TIA)

print

Leave a Reply