Keren.. MU Berhasil Bangun Mushalla Tertinggi di Sumatera

Keren.. MU Berhasil Bangun Mushalla Tertinggi di Sumatera

- in Headline, News, SOLOK
0

SOLOK, bakaba.net – Rektor Unand, Prof. Yuliandri, SH, MH meresmikan MUshalla secara virtual dengan zoom meeting, Minggu (14/2). MUshalla itu digagas Mapala Unand (MU) Desember 2020 dan berhasil dibangun Februari 2021.

Zoom meeting peresmian MUshalla diikuti Wakil Rektor III Unand, Ir. Insanul Kamil, Ph.D, IPM, Asean.Eng, mantan Rektor Univ. Bung Hatta, Prof. Niki Lukviarman, MBA, DBA yang juga salah satu pendiri MU.

Prof. Yuliandri menyampaikan rasa haru yang mendalam sekaligus bangga saat meresmikan Musholla tempat ibadah tertinggi di Sumatera yang berdiri di Gunung Talang Sumatera Barat.

“Saya terharu dan bangga sekali kepada Mapala Unand (MU) yang telah menggagas dan mewujudkan tempat ibadah yang nilai spritualnya lebih bermakna bagi para pendaki gunung ini,” ujarnya.

Rektor Unand mengapresiasi atas kerja dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terealisasinya MUsholla itu.

Dalam zoom meeting yang terhubung langsung ke lokasi pembangunan MUsholla itu, Wali Nagari Aia Batumbuak, Yuneldi juga mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh MU.

Ia mengatakan MU punya andil besar dalam mengembangkan destinasi wisata pendakian gunung di nagarinya. Dia mengimbau para pendaki agar dapat menggunakan MUsholla ini sebaik-baiknya untuk beribadah.

Pembina MU, Dr. Wilson Noverino, M.Si yang turut melakukan pendakian dan membangun MUsholla ini di lapangan melaporkan, tempat ibadah tertinggi di Pulau Sumatera ini, memiliki luas 2,4 x 3,5 m.

“Dibuat dari bahan rangka baja, bergenteng metal, berlantai papan vinyl. Berdiri persis di mulut alun-alun Gunung Talang yang kerap disebut “lapangan bola” di ketinggian 2.500-an mdpl. Beberapa ratus meter menjelang puncak gunung berketinggian 2.597 mdpl ini. Jalur pendakiannya dari Aia Batumbuak, Kabupaten Solok,” paparnya.

Dikatakan, MUsholla ini dikelilingi hamparan bunga edelweiss. Sementara untuk, berwudhu’ sudah dicarikan sumber air yang baru. Sehingga kebersihannya tetap terjamin.

Pendirian MUsholla ini,  diinisiasi sejak Desember 2020 lalu melalui cerita lepas antar anggota MU yang kemudian dieksekusi. Pembiayaannya berawal dari donasi internal, yang kemudian mendapat sumbangan pula dari donatur lainnya. Seluruh bahan dirakit di Padang dan dipasang ulang di Gunung Talang.

“Dalam pembangunannya, kami didukung penuh Pokdarwis Kampuang Aia Batumbuak, Satgas Bencana Koto Panjang Sijunjung yang me-loading material sampai ke atas. Termasuk dari warga desa terakhir yang dipimpin Ruslan, serta pendaki lainnya dari berbagai daerah. Sekali lagi kami berterima kasih,” ucap Wilson. (Kemal Muhammad)

print

Leave a Reply