IKMAL Pulang Basamo, Terkendala Akses Jalan

IKMAL Pulang Basamo, Terkendala Akses Jalan

- in Headline, TANAH DATAR
1993
0

Malalo, Bakaba – Ikatan Keluarga Malalo (IKMAL) yang ke XII akan melaksanakan agenda pulang basamo akbar pada 17 -24 Juni mendatang. Tidak tanggung-tanggung dalam pulang basamo kali ini IKMAL menghadirkan ustadz Abdul Somad untuk memberikan tausiah agama. Tetapi acara pulang basamo sering terkendala ruas jalan yang relatif kecil.

Ketua pulang basamo IKMAl Difaizal Zen Koto mengatakan Jum’at (04/05) kegiatan pulang basamo rutin dilakukan perantau Malalo Kecamatan Batipuh Selatan ini, tetapi kegiatan pulang basamo akbar yang diikuti seluruh perantau Malalo yang tersebar di seluruh Indonesia hanya dilakukan satu kali dalam tiga tahun.

Untuk kegiatan pulang basamo akbar kali ini, selain mengelar berbagai ivent mulai dari olahraga, hiburan dan agama. Khusus untuk kegiatan keagamaan akan digelar ceramah agama dengan menghadirkan penceramah ustadz Abdul Somad Lc.MA dan Qori Internasional H.Dasrizal M. Nainim,SSI,M.I.S.

Kegiatan-kegiatan yang digelar telah disepakati oleh masing-masing DPC IKMAL (Ikatan Kelurga malalo) seNusantara melalui rapat bersama masing-masing ketua DPC IKMAL di Jabodetabek beberapa waktu lalu.

“Kita mengharapkan acara pulang basamo yang akan dihadiri oleh ustadz Abdul L.c MA yang pertama kali datang ke Kabupaten Tanah Datar yaitu ke Nagari malalo, dapat meningkatkan kembali marwah Nagari Malalo yang masih memiliki norma agama yang tinggi.

“Di Malalo juga terdapat beberapa makam keramat seperti makam Uwai Limo Puluah, dan makam Buya Zakariya. Hal ini tentu peluang bagi Malalo menjadi daerah wisata yang bersifat religi”, ujarnya.

Tapi sangat disayangkan potensi-potensi wisata yang ada di Malalo belum tersentuh, hal ini akan menjadi prioritas para perantau nantinya, agar seluruh objek wisata terkelokah dengan baik sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat disekitarnya.

“Untuk periode berikutnya perantau lebih memfokuskan untuk meningkatkan parawisata di nagari malalo serta menjadikan malalo nagari dan wisata religi”, ujarnya.

Pada pulang basamo akbar tahun ini IKMAL Jakarta menggunakan 10 Bis Sejenis Firkansa untuk mengangkut rombongan warga Malalo yg berdomisili di Jakarta dan sekitarnya menuju kampung halaman tercinta, tidak tertutup kemungkinan bis lain dari masing-masing cabang IKMAL Indonesia juga ikut dalam rombongan ini.

Tetapi akses jalan yang relatif kecil menjadi kendala masuk ke Nagari Malalo apalagi ketika melewati Nagari Sumpur ruas jalan sedikit tertutup oleh dahan dan ranting pepohonan dari pohon saus milik warga sumpur.

“Hal ini sangat beresiko untuk bus yang akan melewati jalan ini, karena jenis bus yang akan digunakan cukup tinggi dan sangat berpotensi mengalami kerusakan karena hempasan dahan-dahan kayu tersebut”, Diflaizal Zen Koto

Untuk itu perantau berharap masalah ini cepat di tanggulangi oleh Camat Batipuh Selatan dan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar.

Sementara Anas salah seorang tokoh mayarakat Nagari Guguak Malalo mengatakan pernah terjadi bus yang membawa kunjungan Mahasiswa UNIB Bengkulu yang terpaksa harus putar balik di Nagari Sumpur dan batal sampai ke Malalo karena memakai Bis jenis Frikansa.

Sementara bagi warga Malalo yang mengunakan bus sejenis frikansa harus transit dulu ke Simpang Payo.

Permasalahan tersebut sudah telah telah saya sampaikan saat Musrembang kecamatan Batipuah Selatan, namun hal ini masih dijanjikan akan segera menanggulanginya tetapi belum ada tindak lanjutnya. (RONI)

print

Leave a Reply