Gubernur Mahyeldi Ansharullah, SDIT dan SMPIT Batusangkar Bangun Pendidikan Berkarakter

Gubernur Mahyeldi Ansharullah, SDIT dan SMPIT Batusangkar Bangun Pendidikan Berkarakter

- in Headline, News, TANAH DATAR
0

TANAH DATAR, bakaba.net – Gubernur Sumatera Barat,. Mahyeldi Ansharullah, meresmikan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) dan Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Brilliant Batusangkar Tanah Datar, Selasa (26/10-2021).

“Kalau serius memikirkan pendidikan maka kita akan maju,” kata Gubernur Mahyeldi.

Ia melanjutkqn dulu negara tetangga Malaysia belajar ke Indonesia, tapi mereka serius dengan pendidikan, saat ini kita yang belajar ke Malaysia.

SDIT dan SMPIT Brilliant Batusangkar merupakan lembaga pendidikan yang berbaris agama Islam dan punya program unggulan tahfizh Alquran dan sudah punya gedung sendiri yang representatif.

“Konsep pembelajaran yang diterapkan brilliant ini adalah pendidikan yang berkarakter, sikap dan nilai-nilai yang hidup dalam kesehariaannya, sehingga menjadi jati diri dan inilah tujuaan pendidikan yang sebenarya”, ungkap Mahyeldi.

Dikatakan bahwa,  untuk menjadikan masyarakat yang berkepribadian yang tinggi dan baik sangat ditentukan oleh karakter, kerjasama dan kejujuran, tidak ada suatu negara atau daerah yang tidak setuju dengan kejujuran.

“Itu semua ada dalam nilai dan ajaran Islam, dari itu Brilliant mencetak tamatan-tamatan seperti tingkatan SD hafal 3 juz dan SMP hafal 10 juz dan ini tentunya hal yang positif dan ini juga sesuai dengan kebijakan Pemkab Tanah Datar, satu rumah satu hafizh dan hafizah, mudah-mudahan apa yang dihadirkan Brilliant menjadi bahagian dalam rangka menjawab keinginan Pemerintah Tanah Datar,”ujarnya.

Mahyeldi menambahkan hal itu tentu juga harus didukung oleh bangunan gedung sekolah, seperti brilliant yang saat ini diresmikan sudah memiliki gedung yang representatif dan tidak jauh dari pusat Kota Batusangkar.

Gubernur juga minta pada yayasan dan pihak sekolah untuk memperhatikan ketersediaan air bersih karena ini penting mengingat lamanya siswa maupun tenaga pendidik berada dilingkungan sekolah.

Disamping itu yayasan juga dapat menjaga perasaan guru, jangan sampai ada guru ketika mengajar tidak tercipta suasana kondusif, karena mengajar itu bukan sekedar transfer ilmu namun juga melalui hati. Dan jangan sampai kualitas sekolah swasta sama dengan sekolah negeri karena itu akan ditinggalkan. Ungkap Gubernur. (TIA)

print

Leave a Reply