Ditenggah Pandemi Covid 19,  Anak-Anak Belajar Tahfiz

Ditenggah Pandemi Covid 19,  Anak-Anak Belajar Tahfiz

- in Headline, OPINI
0

Oleh: Desi Indra Sari
Mahasiswa Sosiologi Agama
IAIN Bukittinggi

Dalam agama Islam menghafal Al-Qur’an bukanlah suatu hukum yang wajib. Menghafal Al-Qur’an atau yang sering disebut Tahfiz ini merupakan suatu kegiatan yang sangat mulia dan memiliki manfaat yang sangat besar tidak hanya di dunia namun juga di akhirat.

Belajar menjadi seorang hafiz itu tidak tergantung umur, dari yang balita hingga yang dewasa pun banyak yang belajar menghafal Al-Qur’an ini.

Ditengah situasi pendemi yang terjadi pada saat sekarang ini banyak kegiatan atau aktivitas yang cara pelaksaannya sudah diubah tidak seperti yang dahulu lagi. Contohnya dalam proses belajar mengajar itu sudah sangat jauh berbeda dari yang dahulu dengan yang sekarang.

Dalam kondisi ini kebanyakan dari anak-anak menghabiskan waktunya hanya untuk bermain berbeda dengan anak-anak yang berada di Bulaan Tabek Jorong Tabubaraie mereka lebih mengisi waktunya dengan belajar untuk menghafal Al-Qur’an atau Tahfiz.

Semangat Anak-Anak Belajar Tahfiz Di Tengah Pandemi Covid-19.

Kegiatan ini sangat didukung oleh masyarakat sekitar karena ini suatu kegiatan yang sangatlah bermanfaat. Karena banyak dari anak-anak yang setelah belajar mereka menghabiskan waktunya itu hanya untuk bermain, menonton televisi bahkan main hanphone yang tidak pernah bosannya.

Tentu itu sangatlah berpengaruh terhadap anak-anak. Kerena banyak diantara mereka yang salah dalam mempergunakan hanphone tersebut.

Di Bulaan Tabek Jorong Tabubaraie ini sudah banyak dari anak-anak yang mengikuti kegiatan ini. Banyak diantara mereka berpacu-pacu untuk dapat menghafal Al-Qur’an dan juga yang balita pun tidak mau kalah dalam hal itu.

Mereka dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok yang besar dan kelompok yang kecil.

Kelompok yang besar terdiri dari anak-anak yang sudah bersekolah SD sedangkan yang kelompok kecil terdiri dari anak-anak yang masih balita.

Proses belajar pun tentu berbeda antara yang kelompok yang bersar dengan kelompok yang kecil. Tidak mau kalah dengan kelompok besar, kelompok kecil (balita) pun juga sangat bersemangat mengikuti kegiatan ini.

Dan merekapun tidak mau kalah dengan kakak-kakaknya yang sudah banyak yang hafal Juz 30. ini merupakan suatu contoh yang sangat bagus dan patut untuk diberikan apresiasi yang besar kepada anak-anak tersebut.

Kegiatan Tahfiz ini dilakuan tidak setiap hari hanya tiga kali dalam seminggu. Hari untuk kelompok besar dengan kelompok kecil tentunya berbeda.

Dua hari untuk kelompok besar dan satu hari untuk kelompok kecil. Waktu untuk belajar Tahfiz pun dimulai dari jam 13.30 sampai dengan jam 16.00. setelah itu mereka lanjut dengan belajar mengaji seperti biasanya. (***)

print

Leave a Reply