Bupati Irdinansyah Tarmizi Instruksikan PUPR Segera Rekontruksi Jembatan Pakarak

Bupati Irdinansyah Tarmizi Instruksikan PUPR Segera Rekontruksi Jembatan Pakarak

- in Headline, TANAH DATAR
251
0

Tanjung Emas, bakaba – Bupati Tanah Datar Drs. Irdinansyah Tarmizi meninjau jembatan Pakarak Padang Data Nagari Pagaruyung Kecamatan Tanjung Emas Tanah Datar Minggu (01/07).                 

Kunjungan Bupati Indinansyah merupakan respon cepat Bupati terhadap  keluhan warga terkait ambruknya jembatan penghubung Nagari Pagaruyung Kecamatan Tanjung Emas dengan Nagari Minangkabau Kecamatan Sungayang.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Irdinansyah didampingi Anggota DPRD  Tanah Datar Eri Hendri, Kepala Dinas Parpora Edi Susanto, SE,MM, Tokoh Masyarakat Datuak Sikoto.

Pada kesempatan tersebut Irdinansyah mengintruksikan Dinas PUPR dan Pertanahan agar segera melakukan rekontruksi jembatan penghubung yang ambruk tersebut. Pasalnya jembatan itu merupakan kebutuhan vital warga setempat, dan memperpendek jarak tempuh.

“Karena jembatan gantung ini memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat disini. Maka kepada Dinas PUPR dan Pertanahan melalui pejabat terkait, kita intruksikan agar segera melakukan perbaikan jembatan tersebut. Agar masyarakat tidak mengalami kesulitan saat melakukan aktivitas sehari-hari,” ujar Bupati.

Sementara itu, Wali Nagari  Pagaruyung Irmadinal Dt Mogek, ST mengatakan saat ini masyarakat memperbaiki jembatan Pakarak Padang Data dengan papan, agar tetap dapat dilalui kenderaan roda dua dan pejalan kaki. 

Disamping itu Irmadinal mengucapkan rasa terimakasih atas kunjungan Bupati saat itu. Ia berharap, semoga pembangunan sarana penghubung masyarakat antar dua nagari itu segera diperbaiki secepatnya.

Diketahui sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tanah Datar sejak Rabu (27/01) malam, membuat irigasi Bandar Pakarak Jebol dan menghantam jembatan Pakarak Padang Data hingga ambruk.

Menurut Guswandi warga setempat, terputusnya jembatan penggubung dua nagari dan dua kecamat itu, tentu sangat menyulitkan masyarakat dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Sebab, mereka terpaksa berjalan melingkar dengan menempuh jarak yang sangat jauh untuk mencapai tujuan.

“Ambruknya jembatan itu, tentu akan menyulitkan terhadap kelancaran transportasi masyarakat sekitar. Bahkan masyarakat harus menempuh jalan lingkar sepanjang 14 KM,” tutupnya. (RONI/KAMBA)

print

Leave a Reply