BUKITTINGGI, bakaba.net –-Pandemi Covid melumpuhkan semua sendi kehidupan baik itu ekonomi, sosial budaya maupun pendidikan. Sejak pandemi itu muncul, seluruh dunia mengambil berbagai kebijakan agar warganya tidak tertular virus yang mematikan itu.

Di Indonesia sendiri, beberapa kali diperlakukan Pebatasan Sosial Berskala Besar, berharap hal itu bisa memutus rantai pandemi tersebut.

Khusus untuk dunia pendidikan, pemerintah menerapkan belajar secara daring. Hal ini ternyata tidak saja membebani siswa maupun mahasiswa.

Materi-materi yang disampaikan ternyata tidaklah mudah diserap, meski begitu saat ini Perguruan Tinggi akan melakukan Ujian Tenggah Semester (UTS).

UTS dilaksanakan pertengahan bulan November ini secara daring. Banyak mahasiswa yang mengeluhkan susahnya mengikuti pelajaran via daring ini, termasuk ujian yang dilaksanakan seperti diungkapan beberapa orang mahasiswa kepada bakaba.net.

Sejauh ini yang menjadi kendala utama ialah fasilitas dan jaringan yang tidak memadai, selain itu, materi yang disampaikan pun juga tidak sepenuhnya di fahami oleh mahasiswa.

“Kalau untuk semester online ini menurut saya pribadi kurang efektif terkait dengan hasil proses pembelajaran online akan menjadi semester penuh, karena semua materi yang diberikan belum efektif untuk diserap siswa sehingga semesternya terkesan seperti formalitas belaka untuk memenuhi tugas perguruan tinggi yang ditentukan”, ucap Cholis salah satu mahasiswa perguruan tinggi yang sedang menjalankan UTS.

Sementara mahasiswa lainnya Suci, juga mengutarakan apa yang ia rasa, seperti masalah jaringan dan kesulitan mengikuti UTS.

“Selain jaringan, saya juga merasa kesulitan untuk mengikuti proses UTS ini karena sistem UTS di setiap dosen berbeda. Saya harap semester depan kita sudah bisa kuliah tatap muka, agar materi yang di sampaikan bisa kami mahasiswa memahaminya,” katanya.

Mahasiswa berharap kuliah tatap muka akan di laksanakan di semester baru yang jatuh pada Januari esok. Hingga kini, informasi yang di sampaikan Kemendikbud, kuliah bisa tatap muka tergantung pada 3 aspek berikut, yaitu pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan orang tua. (Fitrah Qolbina Syahril)

print

Leave a Reply