Antisipasi Narkoba, Nagari II Koto Malalo Gelar Penyuluhan Bahaya Narkoba

Antisipasi Narkoba, Nagari II Koto Malalo Gelar Penyuluhan Bahaya Narkoba

- in Headline, News, TANAH DATAR
0

TANAH DATAR,  bakaba.net — Jorong II Koto Nagari Malalo Batipuh Selatan Tanah Datar mengelar penyuluhan bahaya dan dampak Narkoba kepada masyarakat setempat.

Kegiatan yang bertempat di balai-balai adat merupakan kerjasama pemuda Nagari Malalo dengan Pemerintah Nagari dan Anggota DPRD Kabupaten Tanah Datar Herman Sugiarto.

Kegiatan ini mengingat peningkatan kasus penyalahgunaan narkoba yang terjadi di Nagari Malalo dan banyak Daerah lainnya di Tanah Datar.

Terlihat hadir dalam kegiatan tersebut Bapak Irwan, S.Sos M.Si kepala Kesbangpol Kabupaten Tanah Datar.

Beliau menyampaikan bahaya Narkoba yang merusak tatanan bermasyarakat dan sendi sendi kehidupan. Siapapun akan terkena dampak Narkoba, meskipun bukan keluarga kita.

Pelaku narkoba demi memenuhi keinginannya menkonsumsi narkoba akan melakukan pencurian dan berbagai tindak kejahatan lainnya. Perlu peran serta Niniak Mamak, Alim Ulama,

Cerdik Pandai, Bundo Kanduang dan Pemuda untuk bahu membahu menyatakan lawan terhadap Narkoba. Kepala Kesbangpol Tanah Datar juga mengingatkan orang tua dan seluruh elemen masyarakat mengawasi pemakaian HP android dikalangan generasi Muda dan bahaya pergaulan bebas LGBT.

AKBP Sarminal, SH. M.Hum kepala BNN Kota Payakumbuh turut memberikan pencerahan kepada tokoh dan masyarakat yang hadir.

Pencanangan Nagari Bersinar (Bersih Dari Narkoba) adalah salah satu langkah mengantisipasi penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya.

Penangkapan Narkoba didasarkan pada penguasaan barang. Maka di tangan siapa barang haram itu ditemukan maka akan dijerat hukum. 1 kg sabu bisa menghasilkan uang 1,5 Milyar, kalau barang itu dibawa dari padang ke Pekanbaru bisa dihargai 65 juta rupiah sebagai ongkos kirim.

Pengedar besar Narkoba ketika di tes urin hasilnya akan negative, karena mereka tidak menggunakan barang haram itu, namun ia korbankan anak kemenakan kita demi meraup keuntungan yang luar biasa.

Dalam data ditampilkan oleh BNN bahwa pengguna narkoba 27% ada di kalangan pelajar dan siswa, 50% berasal dari kalangan orang yang memiliki pekerjaan, dan 23% orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan.

Komposisi ini melibatkan bahwa siapa saja rentan untuk terjerumus terutama pergaulan pada orang orang yang sudah bekerja, mulai dari buruh kasar sampai oknum pejabat negara.

Bila 100 orang menderita covid 80% nya dapat dipulihkan, bila 1.000 pencandu narkoba, maka jumlahnya bisa meningkat menjadi 2.000

Bila ada anggota keluarga yang terindikasi terpapar Narkoba, maka sebaiknya diantar k BNN. Tidak akan di tangkap dan tidak akan di proses hukum. Namun akan di rehab sampai sembuh. Tidak dipungut biaya apapun.

Terakhir Tausiah dari Ustadz Adib Fadhil, SS Khatib Bandaro menguatkan bahwa keimananlah yang akan menjadi pendorong pengetahuan dan informasi menjadi perubahan.

Karena imam akan menjadikan seseorang yakin dengan pertolongan Allah. Apalagi berkaitan dengan pembentukan generasi telah diingatkan Allah agar betul betul dijaga.

Ustadz Adib tidak lupa mengingatkan bahwa kegiatan positif seperti tari, sambah kato, olah raga bisa menjadi muara yang baik potensi yang ada pada pemuda.

Tokoh Masyarakat sangat bersyukur dengan adanya sosialisasi yang baik ini. Mereka berjanji akan mensukseskan program pemberantasan bahaya Narkoba sampai ke akar akarnya.

Bapak Jamal Ismail salah seorang tokoh masyarakat ketika diwawancarai tim menyambut baik adanya program pengaduan anak kemenakan yang terpapar Narkoba untuk mendapatkan rehabilitasi. Tentu tindakan pencegahan akan lebih dikedepankan agar Nagari bersih dari narkoba atau Bersinar dapat terwujud. (fm)

print

Leave a Reply