Aditya L: Menjadi Etalase Polri, Sat Lantas Polres Tanah Datar Lakukan Ini

Aditya L: Menjadi Etalase Polri, Sat Lantas Polres Tanah Datar Lakukan Ini

- in Headline, News, TANAH DATAR
658
0

Batusangkar, bakaba – Sat Lantas Polres Tanah Datar terus berusaha mengembangkaan paradigma baru dimana Polisi merupakan bagian masyarakat. Ketika bertugas dalam menertipkan lalu Lintas, Kasat Aditya selalu ingatkan kepada petugas yang terjun untuk santun dan humanis, karena Polisi Lalu Lintas merupakan etalase Polri dalam penjabaran konsep paradigma baru Polri.

Paradigma akan sesuai harapan Polri dimana saat ini Polri berorientasi kepada pemecahan masalah-masalah masyarakat, dengan berbasis pada potensi-potensi sumber daya lokal dan kedekatan dengan masyarakat yang lebih manusiawi yang diharapkan lahirnya polisi sipil yang humanis.

Begitu juga saat menegur masyarakat yang kedapatan melanggar lalu lintas, baik itu tidak memakai helm, ataupun melanggar rambu2 yang ada.

“Terciptanya simpati masyarakat ini hanya bisa diraih dari keberadaan polisi yang humanis di berbagai lini kehidupan sosial masyarakat”, ujar Aditya.

Kita terus mengembangkan polisi yang humanis, artinya mereka harus benar-benar menyatu dan hadir ditengah-tengah dengan masyarakat.

Sat Polres Tanah Datar dalam menertipkan lalu lintas, selalu mengedepankan sisi humanisnya, tidak jarang juga melibatkan Pocil yang sudah terlatih, Pocil-Pocil ini yang ingatkan orang tua bahaya tidak mengunakan hlem ataupun menerobos lampu merah.

“Biasanya pengendara yang ditegur Pocil-Pocil ini sering terlihat malu”, katanya.

Bahkan saat penertiban petugas Lantas Polres Tanah Datar juga bagi-bagi bunga dan stiker, hal ini selain untuk merubah paradigma juga mengajak penguna jalan raya untuk patuh terhadap aturan undang-undang yang berlaku.

Menurut Aditya, jajaran kepolisian harus terus menerus hadir, hidup, dan merasakan denyut nadi kehidupan masyarakatnya. Dengan adanya interaksi yang terus menerus tersebut polisi makin bisa bersama-sama dengan masyarakat mencari jalan keluar atau menyelesaikan masalah social.

“Utamanya masalah keamanan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Dengan adanya interaksi yang terus menerus tersebut polisi akan bisa senantiasa berupaya untuk mengurangi rasa ketakutan masyarakat terhadap akan adanya gangguan kriminalitas, termasuk dijalan raya”, tegasnya.

Bukan hanya itu, Aparat polisi lalulintas sebagai etalase Polri dijadikan contoh penjabaran konsep paradigma baru Polri. Diharapkan melalui keberadaan aparat kepolisian lalulintas (polantas) citra simpatik Polri terbangun. Saat ini Polri tengah berupaya mengubah citra petugas polantas di jalanan dari citra sebagai pengganggu menjadi pelayan dan sahabat pengguna jalan, dengan melakukan tindakan simpatik.

”Tentunya banyak hal yang bisa kita lakukan, misalnya mereka membantu Lansia atau anak-anak menyebrang jalan. Itu merupakan tugas mulia juga,” pungkasnya.(TIA)

print

Leave a Reply